Perserikatan Bangsa-Bangsa (ANTARA) - Lima organisasi internasional yang dikenal sebagai "Quintet" untuk Sudan melanjutkan konsultasi dengan para pemangku kepentingan politik Sudan guna mendukung proses politik yang inklusif, kata seorang juru bicara PBB pada Senin (3/8).

Quintet tersebut terdiri atas Uni Afrika, Otoritas Antarpemerintah untuk Pembangunan (Intergovernmental Authority on Development/IGAD), Liga Arab, Uni Eropa, dan PBB.

"Berlandaskan pada konsultasi eksploratif yang digelar di Addis Ababa (Ethiopia) pada Juni lalu, Kuintet tersebut dalam beberapa hari terakhir melibatkan para pemimpin politik sipil Sudan," kata Farhan Haq, wakil jubir Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres.

"Mereka melanjutkan pembahasan mengenai berbagai usulan dan pandangan tentang cara memajukan proses politik, termasuk melalui upaya membangun kepercayaan," ujarnya.

Utusan Pribadi Sekjen PBB untuk Sudan Pekka Haavisto terus menjalin komunikasi dengan semua pihak dan mendesak mereka agar membuat komitmen konkret untuk deeskalasi serta terlibat dalam dialog yang tulus guna mencapai penghentian permusuhan, tutur Haq.

Haavisto pada Minggu (2/8) berbicara dengan Menteri Luar Negeri Sudan Muhieddine Salem untuk membahas perkembangan terkini di Sudan dan persiapan kunjungan Haavisto ke Khartoum yang akan datang, imbuhnya.

Haavisto juga terus menjalin komunikasi dengan Mohamed Hamdan Dagalo, pemimpin Pasukan Dukungan Cepat (Rapid Support Forces/RSF), guna membahas langkah-langkah praktis untuk deeskalasi konflik, kata wakil jubir sekjen PBB itu dalam konferensi pers harian.

RSF telah terlibat dalam perang saudara dengan Angkatan Bersenjata Sudan sejak April 2023.

Menurut Haq, Haavisto telah bertemu dengan perwakilan dari Angkatan Bersenjata Sudan (Sudanese Armed Forces/SAF) dan RSF dalam upaya mempertemukan kedua pihak untuk menggelar perundingan langsung.

Haavisto pada pekan ini akan melakukan kunjungan ke Turkiye untuk bertemu dengan otoritas Turkiye serta para pemangku kepentingan Sudan yang berada di negara tersebut, termasuk perwakilan kalangan pemuda dan perempuan, ujar Haq.

Pewarta: Xinhua
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.