Pemadaman listrik berulang, ratusan masa "lampu" demo PLN Tanjungbalai - ANTARA News Sumatera Utara
Tanjung Balai (ANTARA) - Akibat terjadinya pemadaman arus listrik secara berulang dalam sepekan terakhir dan dinilai merugikan masyarakat, ratusan masa mengatasnamakan Lintas Aktivis, Masyarakat dan Pemuda Bersatu atau "lampu" unjukrasa ke ULP PLN Tanjungbalai, Jum'at.
Alrivai Zuherisa alias Aldo juru bicara masa menyatakan, dalam beberapa waktu terakhir, tanpa alasan dan pemberitahuan PLN berulang kali melakukan pemadaman listrik dengan durasi cukup lama. Sehingga merugikan serta ngganggu aktivitas masyarakat, pelayanan publik, dunia usaha, pendidikan, hingga aktivitas ibadah.
"Akibat pemadaman tanpa sebab dan berulang, masyarakat khususnya pelanggan PLN dirugikan secara materi. Pihak PLN harus bertanggung jawab," kata Aldo dalam orasinya.
Senada dikatakan Andren Hanif, akibat pemadaman berulang yang terjadi tiga kali dalam sehari, tidak sedikit masyarakat mengalami kerugian dimana barang-barang elektronik seperti TV, kulkas dan lainnya mengalami kerusakan.
"Ironis, ketika pemadaman terjadi tanpa pemberitahuan PLN hanya minta maaf. Sementara, jika masyarakat tertunggak atau terlambat membayar tagihan, tidak bisa minta maaf," kata Andrean Hanif.
Dalam aksidamai tersebut, masa "lampu" menyampaikan sejumlah tuntutan diantaranya ULP PLN Kota Tanjungbalai memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab sering terjadinya pemadaman listrik di Kota Tanjungbalai.
Tuntutan lainnya, mendesak PLN Kota Tanjungbalai menyampaikan informasi akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan terkait jadwal maupun estimasi waktu pemadaman sehingga tidak menimbulkan kebigungan di tengah masyarakat.
ULP PLN Kota Tanjungbalai juga didesak melakukan langkah konkret untuk memperbaiki sistem kelistrikan agar pemadaman berkepanjangan tidak terus terulang, dan manajemen PLN Kota Tanjungbalai harus bertanggungjawab atas kerugian yang dialami masyarakat dan pelaku usaha akibat pemadaman listrik yang berulang.
Pelaksana harian (Plh) Manager ULP PLN Tanjungbalai, Mudawi Nuthri Nasution mengatakan pemadaman terjadi karena dua hal. Pertama pemadaman terencana dan terjadwal, kedua pemadaman tidak terencana yang terjadi akibat adanya gangguan pada gardu.
Untuk pemadaman terencana PLN akan menyampaikan informasi dan permohonan maaf kepada masyarakat pelanggan tentang adanya perawatan. Sedangkan pemadaman akibat gangguan atau kerusakan pada gardu, PLN secepatnya melakukan perbaikan kerusakan.
Atas tuntutan masa aksi, Mudawi Nuthri Nasution berjanji akan mempertemukan perwakilan masa lampu dengan Manager ULP PLN Tanjungbalai, Markus Marihot Manurung untuk memberikan klarifikasi/penjelasan.
"Sepakat ya, dalam tempo tiga kali dua puluh empat jam sejak hari ini, saya akan fasilitasi pertemuan dengan Manager PLN Tanjungbalai. Saat ini beliau sedang berada diluar kota," ujar Mudawi.
Setelah mendapat penjelasan, akhirnya massa aksi membubarkan diri dengan tertib. Sebelumnya dalam aksi yang mendapat pengawalan personil kepolisian Polres Tanungbalai sempat terjadi ketegangan dan diwarnai aksi bakar ban sebagai bentuk protes kepada ULP PLN Tanjungbalai.
Pewarta: Yan Aswika
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.