Pemenuhan kewajiban finansial ini merupakan wujud nyata tindakan kami dalam melindungi berbagai rencana dan masa depan keluarga Indonesia

Samarinda (ANTARA) - Pencairan manfaat perlindungan medis dari industri asuransi secara nyata terbukti sukses mencegah kerugian  ekonomi ratusan ribu keluarga pasien akibat membengkaknya biaya perawatan rumah sakit.

"Kami sangat menyadari bahwa di balik setiap perlindungan, selalu terdapat janji krusial untuk menjaga stabilitas finansial keluarga saat krisis kesehatan melanda," ujar Chief Customer Officer Prudential Indonesia Karin Zulkarnaen di Samarinda, Kamis.

Perusahaan asuransi jiwa ini mencatat besarnya pencairan klaim kesehatan secara masif sepanjang tahun lalu hingga mencapai kuartal pertama tahun ini.

Total nilai pembayaran santunan manfaat sepanjang tahun dua ribu dua puluh lima berhasil menembus angka enam belas triliun rupiah bagi lebih dari tiga ratus ribu masyarakat.

"Pemenuhan kewajiban finansial ini merupakan wujud nyata tindakan kami dalam melindungi berbagai rencana dan masa depan keluarga Indonesia," paparnya.

Selain layanan konvensional, entitas syariah dari perusahaan tersebut turut mendistribusikan santunan sebesar dua koma dua triliun rupiah bagi enam puluh delapan ribu peserta aktif.

Kumpulan dana tabarru yang dikelola dengan sistem gotong royong ini sangat efektif meringankan beban biaya pengobatan berat seperti penanganan penyakit kanker stadium lanjut.

"Setiap kontribusi peserta syariah senantiasa mengusung kuatnya semangat tolong-menolong untuk membantu para saudara kita yang sedang sangat membutuhkan pengobatan," tambah Chief Marketing Officer Prudential Syariah Vivin Arbianti.

Tren penyaluran bantuan pendampingan finansial pasien tersebut terus berlanjut konsisten pada kuartal pertama dua ribu dua puluh enam dengan besaran angka melampaui triliunan rupiah.

Perencanaan kepemilikan jaminan perlindungan sejak dini kini dipandang sangat esensial mengingat gangguan kesehatan kronis sering datang secara tiba-tiba tanpa dapat diprediksi siapapun.

"Kita sungguh tidak akan pernah tahu dengan pasti tentang apa yang kelak akan mendadak terjadi pada kondisi kesehatan kita ke depannya," ungkap penyintas kanker, Judith.

Pasien tangguh berusia empat puluh empat tahun tersebut merasakan langsung tingginya nilai sebuah jaring pengaman finansial saat dirinya harus menjalani tahapan medis panjang.

Keberadaan jaminan asuransi kesehatan merupakan langkah konkrit demi memberikan ketenangan pikiran yang mutlak bagi seluruh keluarga selama masa proses pemulihan penyakit berlangsung.

"Ketika akhirnya sungguh membutuhkan perlindungan ini, saya benar-benar merasakan langsung besarnya manfaat dan merasa amat terbantu terhindar dari krisis ekonomi," tutur Judith.

Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Helti Marini S

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.