Pengungsi Gempa NTT Keluhkan Krisis Air Bersih, Semua PAM Rusak - Industri Katadata.co.id
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dodi Hanggodo mengatakan seluruh pengungsi atau masyarakat yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengeluhkan kekurangan pasokan air bersih. Seperti diketahui, gempa dengan magnitudo 7,7 telah mengguncang NTT sejak sepekan lalu.
“(Masalah) air bersih masih berat, semua PAM (air) rusak sehingga semua pengungsi mengeluh. Sementara waktu ini kerusakannya sangat (besar),” kata Dodi saat ditemui di kompleks DPR RI, Kamis (20/8).
Dia menyontohkan, salah satu wilayah yang mengalami kekurangan pasokan adalah Kabupaten Nakegeo, NTT. Hampir seluruh akses air disana tertutup. Untuk mendapatkan pasokan, masyarakat harus mencari dan belanja air ke wilayah Bajawa yang jaraknya 3 jam dari Nakegeo.
Menurutnya, pemerintah saat ini belum memungkinkan untuk melakukan pengeboran sumur untuk mengatasi masalah kekurangan air di wilayah tersebut. Dia mengatakan pasokan air ke NTT dilakukan melalui tangki-tangki air yang dimasukkan dalam hidran guna suplai sementara waktu.
“Nanti kami memikirkan bagaimana sanitasi bisa terlayani. Kami juga sedang berusaha mendorong toilet mobil segera meluncur (ke sana),” ujarnya.
Dodi mengatakan berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga saat ini sudah tidak ada lagi wilayah NTT yang terisolasi. Pulau Palue di Kabupaten Sikka yang sebelumnya terisolasi, aksesnya kini telah terbuka sehingga bantuan mulai disalurkan melalui helikopter.
Penyaluran tersebut masih melalui udara sebab pemerintah baru memulai membuka jalur darat sejak kemarin.
“Ada jalan kabupaten yang melingkar pulau tertutup semua karena longsoran, baru bisa dimasukkan alat berat kemarin pagi dan sorenya sudah terbuka (satu ruas),” ujarnya.
Kendati demikian, dia menyebut masih ada sekitar empat hingga lima ruas jalan yang tertutup. Pemerintah saat ini masih berupaya membuka aksesnya.
Dodi menyebut kendala dalam penanganan bencana NTT utamanya disebabkan karena gempa yang masih terus terjadi hingga saat ini. Kondisi tersebut membuat longsoran terus berlangsung setiap hari.
“Hari ini juga terjadi gempa dengan titiknya lebih dekat ke daratan sehingga kerusakannya lebih masif. Tadi siang saya dikabari ada satu jembatan roboh, tim sedang berjalan menuju Manggarai Timur,” ucapnya.
Gempa Susulan Masih Terjadi
Gempa dengan magnitudo 5,7 kembali mengguncang wilayah NTT pada Rabu malam pukul 00.17 WITA. Gempa dengan kedalaman 10 kilometer itu mengguncang wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai.
Dikutip dari Antara, gempa tersebut terasa di Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, Nagekeo, hingga Sumba Timur. Dari laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tak berpotensi tsunami.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani memperkirakan gempa susulan pascagempa magnitudo 7,7 di Flores perlu waktu beberapa pekan untuk berakhir seluruhnya.
"Karena gempanya cukup besar, 7,7 magnitudo, peluruhannya perlu kurang lebih tiga sampai empat pekan," kata Faisal di Jakarta, Rabu (20/8) malam.
Hingga Rabu pukul 17.00 WIB, BMKG melaporkan 3.055 gempa susulan dengan magnitudo terbesar 6,2 dan terkecil 1,1. Dari angka tersebut, ada 88 gempa yang dirasakan warga.
Sedangkan BNPB melaporkan jumlah korban gempa bumi NTT bertambah satu orang per kemarin, sehingga total 71 korban meninggal. Satu korban dilaporkan berasal dari Kabupaten Nagekeo.
BNPB juga telah menyalurkan 165 ton bantuan kepada masyarakat terdampak gempa tersebut. Bantuan dikirimkan melalui jalur darat sebagai moda utama.