Pemerintah Kota Palu evaluasi upaya pengendalian inflasi daerah
Pemerintah Kota Palu evaluasi upaya pengendalian inflasi daerah
Kamis, 16 Juli 2026 21:38 WIB
Warga membeli sayuran saat gerakan pangan murah yang digelar di Panyileukan, Bandung, Jawa Barat, Kamis (16/7/2026). Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menggelar gerakan pangan murah yang menjual kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar dalam rangka stabilisasi pasokan dan pengendalian inflasi di Kota Bandung. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/YU (ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI)
Palu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), melakukan evaluasi upaya program pengendalian inflasi daerah guna menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin di Palu, Kamis, menekankan pentingnya komitmen seluruh perangkat daerah dalam menjalankan program pengendalian inflasi secara terencana dan berkelanjutan.
“Ini harus benar-benar dilaksanakan sesuai dengan time line waktunya dan harus dilaksanakan sesuai dengan perencanaannya. Sehingga program kita dalam menekan inflasi ini sesuai dan terstruktur,” katanya.
Ia mengatakan keberhasilan pengendalian inflasi tidak hanya bergantung pada satu instansi, melainkan membutuhkan sinergi dan koordinasi yang kuat antarlembaga.
Karena itu, ia meminta setiap OPD melaksanakan seluruh rencana aksi sesuai jadwal yang telah ditetapkan, sekaligus menyampaikan laporan pelaksanaan secara tepat waktu agar setiap program dapat dipantau dan dievaluasi secara optimal.
Ia menjelaskan rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Palu dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas harga di daerah, sekaligus menjadi forum evaluasi perkembangan inflasi dan penyusunan strategi pengendalian harga di Kota Palu.
Selain itu, TPID juga mengevaluasi pelaksanaan Program Palu Mapan (Mandiri, Adaptif, dan Stabilitas Pangan), inovasi Pemerintah Kota Palu yang berfokus pada penguatan ketahanan pangan dan pengendalian inflasi melalui pemberdayaan masyarakat.
Program Palu Mapan diarahkan untuk meningkatkan produksi pangan lokal melalui gerakan tanam komoditas strategis seperti cabai, bawang merah, dan berbagai tanaman hortikultura lainnya.
Selain itu, program tersebut juga mendorong optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan melalui konsep urban farming dan pengembangan hidroponik di seluruh kelurahan di Kota Palu.
Sebanyak 46 kelurahan dibagi ke dalam lima komoditas yang akan dikembangkan melalui Program Kelurahan Tematik Palu Mapan, seperti komoditas cabai, tomat, dan bawang.
Ia mengatakan evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai target serta mampu memberikan dampak nyata dalam menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Palu pada Juni 2026 mencatat inflasi tahunan (year on year/yoy) sebesar 3,46 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,71. Sementara inflasi bulanan (month to month/mtm) tercatat sebesar 0,79 persen.
Meskipun mengalami sedikit kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya, laju inflasi Kota Palu dinilai tetap berada pada level yang aman dan terkendali.
Ia menuturkan hasil evaluasi menjadi dasar dalam menyusun langkah-langkah pengendalian inflasi untuk Juli 2026, terutama dalam menjaga stabilitas harga komoditas pangan strategis seperti tomat, cabai, dan bawang yang selama ini menjadi penyumbang utama fluktuasi inflasi.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kota Palu juga akan terus melaksanakan berbagai program pengendalian inflasi, di antaranya Pasar Keliling (Gadenolumako) dan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.
“Pemerintah Kota Palu juga akan memperkuat kerja sama antardaerah guna memastikan kelancaran distribusi dan pasokan komoditas pangan ke pasar,” ujar dia.
Ia mengatakan langkah tersebut diharapkan mampu menjaga ketersediaan barang, menstabilkan harga, serta memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026