Pemerintah Siapkan Insentif EV, Subsidi Mobil Listrik Capai 40 Persen
Bagikan:
JAKARTA - Pemerintah tengah menyiapkan paket stimulus baru untuk kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang ditargetkan diumumkan dalam dua hingga tiga pekan mendatang salah satu insentif yang disiapkan berupa subsidi hingga 40 persen untuk kategori mobil listrik tertentu.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan Presiden Prabowo Subianto akan mengumumkan kebijakan tersebut dalam waktu dekat.
Menurutnya, stimulus EV mencakup dukungan untuk sekitar 500 ribu sepeda motor listrik serta insentif bagi mobil listrik.
“Saya kira dalam dua minggu atau tiga minggu dari sekarang Presiden akan meluncurkan stimulus untuk EV, termasuk untuk 500 ribu motor dan juga mobil listrik, ada pembebas 100 persen barang mewah, VIP, dibayar oleh pemerintah dan 40 persen untuk kendaraan listrik tertentu” ujarnya dalam acara GAIKINDO International Automotive Conference, Selasa, 4 Agustus.
Meski demikian, Purbaya tidak menjelaskan secara rinci mengenai skema insentif yang tengah disiapkan dan meminta masyarakat menunggu pengumuman resmi dari Presiden karena pemerintah masih melakukan finalisasi terhadap mekanisme stimulus tersebut.
“Saya lupa detailnya (soal detil insentif PPN) Nanti diumumkan Pak Presiden,” ucapnya.
Purbaya menegaskan, berdasarkan skema yang saat ini diketahui pemerintah, stimulus tersebut ditujukan khusus untuk kendaraan listrik dan tidak mencakup mobil hybrid maupun plug-in hybrid.
BACA JUGA:
“Saya belum dengar rencana itu, yang saya dengar rencananya adalah EV saja, battery nickel-based sama battery lithium-based juga berbeda sedikit,” tuturnya.
Menurut Purbaya, pemberian stimulus kendaraan listrik merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam merespons meningkatnya ketidakpastian geopolitik global, termasuk konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah.
Ia menambahkan kondisi geopolitik tersebut dinilai berpotensi menjaga harga minyak dunia tetap tinggi dalam waktu yang panjang, sehingga pemerintah mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).
"Jadi kita harus menyesuaikan diri. Pemerintahan saya dan Pak Prabowo ingin mengurangi ketergantungan kita pada impor minyak secara sangat signifikan itulah sebabnya kita mempromosikan kendaraan listrik," jelasnya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+