Aimas (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, mengalokasikan anggaran sebesar Rp600 juta yang bersumber dari dana otonomi khusus (otsus) pada 2026 untuk menyalurkan bantuan paket sembako kepada masyarakat kurang mampu menjelang hari-hari besar keagamaan.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sorong Iriana Yuni Astuti di Aimas, Rabu, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari program bantuan pangan pemerintah daerah untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat sekaligus menjaga daya beli di tengah potensi kenaikan harga bahan pangan.

"Seluruh kegiatan ini bersumber dari dana Otsus. Bantuan disalurkan dalam bentuk paket sembako yang berisi beras, minyak goreng, gula pasir, dan tepung," katanya.

Ia menjelaskan anggaran Rp600 juta akan disalurkan dalam dua tahap, yakni menjelang Hari Raya Idul Fitri dan menjelang perayaan Natal.

Pada tahap pertama, bantuan telah disalurkan kepada sejumlah pondok pesantren dan panti asuhan Muslim.

Sementara tahap berikutnya akan dilaksanakan menjelang Natal dengan sasaran panti asuhan, lembaga keagamaan, serta masyarakat kurang mampu melalui rekomendasi pengurus gereja.

Menurut dia, setiap paket bantuan berisi beras lima kilogram, minyak goreng dua liter, dan gula pasir dua kilogram untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga penerima manfaat.

Iriana mengatakan pemerintah daerah tidak lagi melaksanakan operasi pasar murah seperti tahun-tahun sebelumnya, tetapi mengalihkan program tersebut menjadi penyaluran paket sembako yang diprioritaskan bagi masyarakat di wilayah terpencil.

"Kami sengaja memprioritaskan daerah-daerah yang jauh agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan," ujarnya.

Selain menjaga daya beli masyarakat dan membantu pengendalian inflasi, kata dia, program bantuan pangan tersebut juga diharapkan mendukung upaya penurunan angka stunting melalui penyediaan pangan bergizi.

Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sorong juga menyiapkan program bantuan pangan khusus bagi masyarakat orang asli Papua (OAP), berupa susu, telur, jagung, dan daging kaleng yang saat ini masih dalam tahap penetapan calon penerima dan lokasi penyaluran.

Ia menambahkan pelaksanaan seluruh program bantuan pangan disesuaikan dengan hasil pemetaan ketahanan dan kerawanan pangan agar penyalurannya lebih tepat sasaran.

Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.