Pemkab Jayawijaya dorong petani olah lahan saat musim kemarau
Pemkab Jayawijaya dorong petani olah lahan saat musim kemarau
Senin, 7 September 2026 11:07 WIB
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya J Hendri Tetelepta saat memberikan pikirannya dalam pertemuan pimpinan tinggi yang difasilitasi Kantor Cabang Perum Bulog Wamena.ANTARA/Yudhi Efendi.
Wamena (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya, Papua Pegunungan, melalui Dinas Pertanian mendorong petani mengolah lahan pertanian mereka selama musim kemarau saat ini, yang menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika(BMKG) musim kemarau di provinsi itu berlangsung hingga pertengahan Oktober 2026.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya J Hendri Tetelepta dalam keterangan tertulis di Wamena, Minggu, mengatakan untuk mengurangi pengeluaran petani maka pada musim kemarau pihaknya mendorong percepatan pengolahan lahan.
“Kami mengimbau kepada para kelompok tani di Kabupaten Jayawijaya supaya dalam mengelola lahan pertaniannya pada musim kemarau saat ini, supaya mengurangi pengeluaran,” katanya.
Menurut dia, strategi dalam sektor pertanian harus dilakukan agar pengeluaran petani pada saat mengelola lahan tidak besar atau berat.
“Saat ini petani mengolah lahannya terlebih dahulu karena musim kemarau berlangsung hingga pertengahan bulan September 2026. Nanti setelah masuk musim hujan, barulah petani melakukan penanaman,” ujarnya.
Dia menjelaskan pada musim kemarau saat ini pengeluaran petani pasti banyak, karena ketersediaan air untuk pertanian sangatlah terbatas.
“Setelah musim hujan, maka petani tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk air, karena sudah diperoleh dari hujan. Lahan yang sudah dipersiapkan terlebih dahulu dapat difungsikan dan ditanami berbagai tanaman hortikultura dan sawah,” katanya.
Dia menambahkan komunikasi dengan kelompok tani di Kabupaten Jayawijaya terus berjalan optimal dalam mendukung peningkatan sektor pertanian di daerah tersebut.
“Kami selalu turun ke lapangan berdiskusi dengan petani, bagaimana tantangan dan hambatan yang terjadi dan sama-sama mencari jalan keluar sehingga hasil pertanian yang direncanakan atau ditanam memberikan hasil maksimal,” ujarnya.
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026