Karo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Karo terus memperluas jaringan pemasaran produk pertanian dan UMKM lokal dengan menggandeng Pemerintah Kota Lhokseumawe, Aceh, melalui ajang business matching yang mempertemukan pelaku usaha, pembeli (buyer), dan sektor perbankan yang digelar di Jambur Milala, Kabanjahe, Kamis (17/9/2026)

Inisiatif lintas daerah ini turut ditopang Non-Government Organization (NGO) Corus International melalui program pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pendampingan pelaku usaha lokal.

Project Manager Meciho A Corus International, Handaru Suryo Putro menjelaskan bahwa agenda business matching ini merupakan kelanjutan dari rangkaian pendampingan program MECIHO terhadap empat desa binaan, kelompok tani, dan UMKM di Kabupaten Karo.

"Kegiatan ini memfasilitasi para petani dan UMKM binaan agar produk yang telah dikembangkan dapat dipasarkan secara langsung ke buyer potensial dari luar daerah. Kami menutup gap pemasaran ini dan memfasilitasi mereka agar siap secara kualitas maupun aspek perbankan (bankable)," kata Handaru.

Ia menambahkan, Corus International juga berkomitmen mendorong pemberdayaan gender dengan menetapkan sasaran penerima manfaat minimal 70 persen berasal dari kelompok perempuan. 

Selain itu, bantuan modal produktif (seed capital) berupa barang senilai Rp2 juta hingga Rp2,5 juta per unit usaha turut disalurkan di beberapa desa binaan, seperti Desa Raya, Ergaji, dan Dokan, untuk meningkatkan kapasitas produksi UMKM.

Dalam kesempatan tersebut, Corus International bersama Pemkab Karo juga meluncurkan katalog produk binaan—mulai dari komoditas pertanian hingga produk kerajinan seperti Batik Karo—guna diperkenalkan langsung kepada para buyer dan sektor perbankan.

* Perkuat Kerjasama Antar Daerah 
Sementara itu Wakil Bupati Karo Komando Tarigan menyambut positif sinergi multi-pihak ini. Menurutnya, kerja sama antardaerah menjadi strategi efektif untuk mengenalkan produk unggulan daerah sekaligus mendongkrak perekonomian petani.

"Melalui kolaborasi dengan Kota Lhokseumawe ini, kita membawa produk hortikultura unggulan Karo ke Aceh dan sebaliknya membawa produk unggulan mereka ke sini. Pola business matching yang sebelumnya kita lakukan ke Palangkaraya bahkan telah merealisasikan pengiriman rutin sayur dan cabai hingga satu kontainer per minggu," ujar Komando.

Sementara itu, Wakil Walikota Lhokseumawe, Husaini menyatakan kesiapannya menyerap komoditas hortikultura dari Karo guna memenuhi kebutuhan pasar lokal Aceh. Sebagai imbal balik, Lhokseumawe siap menyuplai hasil sumberdaya alam dari sektor perikanan dan kelautan ke Kabupaten Karo.

Dari sisi moneter, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Lhokseumawe, Yudo Herlambang, yang hadir menilai kerja sama antardaerah (KAD) ini sangat krusial dalam menjaga stabilitas pasokan pangan serta menekan angka inflasi. 

"Kepastian pasokan dari Karo akan mencegah kelangkaan barang di Lhokseumawe sehingga harga tetap stabil. Untuk mendukung hal itu, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah turut memfasilitasi subsidi ongkos transportasi pengiriman barang langsung dari Karo ke Lhokseumawe agar biaya logistik lebih efisien dan menjadi solusi win-win bagi kedua belah pihak," jelas Yudo.

Pewarta: Ade Friadi
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.