Pemkab Lampung Timur terus perluas akses pendidikan bagi keluarga tak mampu via Sekolah Rakyat
Pemkab Lampung Timur terus perluas akses pendidikan bagi keluarga tak mampu via Sekolah Rakyat
Kamis, 13 Agustus 2026 23:07 WIB
Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menyeka air mata salah satu siswa Sekolah Rakyat dalam pembukaan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 di Lampung Timur, Kamis (13/8/2026). ANTARA/Rizky Gunawan
Lampung Selatan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lampung Timur memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui program Sekolah Rakyat sebagai upaya menekan kemiskinan ekstrem dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah itu.
Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah mengatakan penyediaan sarana pendidikan inklusif dan gratis bagi anak-anak dari keluarga rentan masih menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama bagi calon peserta didik yang berasal dari kelompok Desil 1, 2, dan 3 Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
“Jika mengacu pada kebutuhan riil di lapangan, daya tampung saat ini memang belum sepenuhnya mengakomodasi seluruh anak-anak dari desil 1, 2, dan 3. Namun, untuk tahap awal ini kita sudah merekrut sembilan rombongan belajar (rombel) dengan jumlah sekitar 270 siswa baru,” ujar Ela saat peresmian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 di Lampung Timur, Kamis.
Ia menjelaskan 270 siswa baru tersebut melengkapi 67 peserta didik yang telah mengikuti pembelajaran sebelumnya.
Fasilitas sekolah rakyat yang tersedia memiliki kapasitas hingga 1.000 siswa dan pengembangannya akan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan serta kemampuan penyelenggaraan pendidikan.
“Kapasitas daya tampung kita sebenarnya mencapai 1.000 siswa, tetapi pemenuhannya berproses secara bertahap. Bahkan berdasarkan informasi dari Kementerian Sosial, ada peluang pengembangan tahapan Sekolah Rakyat dengan kapasitas hingga 1.500 siswa. Kami di Lampung Timur sedang mengajukan hal tersebut,” katanya.
Dirinya menilai penambahan kuota tersebut penting karena Lampung Timur masih menghadapi tantangan kemiskinan yang membutuhkan intervensi lintas sektor, termasuk melalui pendidikan afirmasi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Pendidikan, kata dia, investasi jangka panjang yang tidak hanya berpengaruh terhadap peningkatan taraf hidup, tetapi juga kesehatan, keterampilan, dan kapasitas sumber daya manusia generasi muda.
Menurutnya, proses penerimaan peserta didik Sekolah Rakyat di Lampung Timur melibatkan Dinas Sosial dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk memastikan calon siswa yang diterima sesuai dengan sasaran program.
Antusiasme masyarakat terhadap program tersebut cukup tinggi. Untuk jenjang SMA, jumlah pendaftar mencapai hampir 135 anak, sedangkan kuota yang tersedia berkisar 75 hingga 90 siswa.
Pembatasan jumlah peserta didik dilakukan untuk menjaga kualitas pembelajaran dengan mempertahankan jumlah siswa sekitar 25 hingga 30 orang dalam setiap kelas.
“Karena keterbatasan tempat, sebagian calon siswa berada dalam status cadangan. Ini untuk mengantisipasi jika ada calon siswa utama yang terkendala,” katanya.
Oleh karena itu, dia meminta orang tua calon siswa yang telah terverifikasi tetapi belum mendapatkan kesempatan pada tahun ajaran ini untuk tidak berkecil hati karena proses penerimaan akan kembali dilakukan pada tahun ajaran berikutnya.
Ia juga mengimbau orang tua siswa yang telah diterima agar memberikan dukungan terhadap proses pendidikan anak-anak mereka di Sekolah Rakyat.
“Orang tua tinggal memberikan dukungan penuh, motivasi, dan meyakinkan anak-anak agar mantap serta fokus belajar di Sekolah Rakyat. Pemerintah hadir untuk memastikan mereka mendapatkan hak pendidikan yang layak,” ujarnya.
Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan afirmasi yang diselenggarakan melalui kolaborasi Kementerian Sosial dengan pemerintah daerah untuk memberikan akses pendidikan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu, terutama kelompok desil 1 hingga 3, serta kelompok rentan lainnya.
Program tersebut menerapkan pola pendidikan terpadu dengan sistem berasrama sehingga peserta didik tidak hanya memperoleh pembelajaran akademik, tetapi juga pembinaan karakter, kedisiplinan dan keterampilan hidup.
Selain pendidikan tanpa biaya, peserta didik mendapatkan dukungan kebutuhan pendidikan dan kehidupan sehari-hari, termasuk asrama, seragam, buku, alat tulis serta konsumsi.
Fasilitas pendidikan juga diarahkan untuk mendukung proses pembelajaran yang optimal melalui sarana olahraga, laboratorium komputer dan layanan kesehatan berkala.
Dengan pengembangan kapasitas secara bertahap, Pemkab Lampung Timur berharap Sekolah Rakyat dapat menjangkau lebih banyak anak dari keluarga kurang mampu sekaligus menjadi instrumen pengentasan kemiskinan melalui peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia.
Pewarta : Riadi Gunawan
Editor:
Citro Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.