Pemkab Lebong prioritaskan pembangunan desa dalam kawasan TNKS - ANTARA News Bengkulu
Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong, Provinsi Bengkulu, memprioritaskan percepatan pembangunan infrastruktur di Desa Sungai Lisai, Kecamatan Pinang Belapis, yang berada di dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).
Bupati Lebong Azhari di Lebong, Jumat, mengatakan desa terluar yang berjarak sekitar 42,5 kilometer dari pusat pemerintahan kabupaten setempat sangat membutuhkan akses jalan memadai karena selama ini masyarakat hanya mengandalkan perlintasan jalan setapak dan menyeberangi sungai.
Baca juga: Disdukcapil Rejang Lebong terbitkan 478 adminduk pengantin baru
"Pembangunan di Desa Sungai Lisai ini menjadi prioritas Pemkab Lebong. Kami sangat membutuhkan pembangunan jalan menuju kawasan tersebut. Total panjang jalan yang perlu dibangun mencapai 10,4 kilometer, dan yang belum terbangun masih ada sekitar 7,4 kilometer," kata Azhari.
Dia menjelaskan, Pemkab Lebong secara bertahap telah mengalokasikan anggaran untuk membuka keterisolasian desa tersebut, baik melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) bersama Kodim 0409/Rejang Lebong maupun pengerjaan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lebong.
"Pada 2026 ini kami mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,5 miliar, tetapi hanya bisa membuka jalan sepanjang 600 meter. Secara akumulatif, pemkab sudah menganggarkan sekitar Rp3 miliar untuk pembangunan jalan Desa Sungai Lisai," katanya menjelaskan.
Dia menambahkan akibat keterbatasan akses jalan ke pusat Kabupaten Lebong, warga Desa Sungai Lisai selama ini lebih sering melakukan aktivitas transaksi ekonomi dan memenuhi kebutuhan pokok ke Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, yang lokasinya lebih mudah dijangkau.
Dia berharap program Karya Bakti TNI Skala Besar yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 mendatang dapat membantu menuntaskan pembukaan akses jalan tersebut, sehingga mampu melancarkan mobilitas warga serta pengangkutan hasil bumi daerah setempat.
Pewarta: Nur Muhamad
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.