Pemkab Lombok Timur dukung peningkatan keterampilan tenaga kerja
"Ke depan jenis pelatihan atau keterampilan yang diberikan kepada para peserta harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar dan kondisi daerahnya,"
Lombok Timur (ANTARA) - Bupati Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) Haerul Warisin menegaskan bahwa program pelatihan berbasis kompetensi sangat bermanfaat dan menjadi langkah yang sangat positif bagi para peserta dalam meningkatkan keterampilan tenaga kerja di daerah setempat.
"Ke depan jenis pelatihan atau keterampilan yang diberikan kepada para peserta harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar dan kondisi daerahnya," kata Haerul Warisin saat acara penutupan pelatihan dan penyerahan bantuan peralatan dari dana DBH-CHT Tahun Anggaran 2026 di Lombok Timur, Selasa.
Ia mengatakan lulusan SMA, SMK, maupun perguruan tinggi belum tentu langsung memiliki keterampilan praktis, sehingga melalui pelatihan inilah mereka ditempa dan dibekali keahlian yang nyata.
"Penyelenggara tidak hanya berfokus pada pelatihan yang sama terus-menerus. Karena itu dibutuhkan pemetaan terhadap kebutuhan masyarakat yang menyesuaikan latar belakang serta potensi Sumber Daya Alam (SDA) di lingkungan tempat tinggal peserta," katanya.
Bupati menekankan bahwa keterampilan yang diasah harus selaras dengan bakat peserta.
Oleh sebab itu, bantuan peralatan yang diberikan hendaknya disesuaikan dengan minat dan kebutuhan di wilayah masing-masing.
"Pelatihan-pelatihan kekinian seperti content creator juga dinilai sangat positif dan perlu terus didorong keberlanjutannya," katanya.
Ia menyampaikan apresiasi serta ucapan selamat kepada para peserta yang telah menerima bantuan peralatan. Ia berpesan agar bantuan tersebut dimanfaatkan secara optimal.
"Para peserta untuk tidak ragu datang kembali memperdalam ilmu jika membutuhkan pemantapan materi agar semakin percaya diri," katanya.
Sementara itu, Kepala Koordinator Pelatihan pada Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Lombok Timur Haeruziyat mengatakan fokus utama program ini adalah meningkatkan kompetensi tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan industri, bukan sekadar minat pribadi, sehingga lulusan pelatihan siap kerja maupun berwirausaha.
Pada Agustus 2026, pemerintah pusat memberikan anggaran belanja tambahan, di alokasi pelatihan bagi 720 peserta yang dilaksanakan secara bertahap dalam beberapa batch (gelombang).
"Selain mendapatkan ilmu dari para instruktur, para peserta juga difasilitasi dengan peralatan penunjang usaha," katanya.
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026