"Tapi hingga saat ini belum ada pasien yang mencatatkan keberhasilan kehamilan melalui layanan itu,"

Mataram (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Moh Ruslan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyebutkan, kasus berat yang dihadapi pasangan suami istri dalam program bayi tabung atau IVF, masih menjadi kendala keberhasilan program tersebut.

Direktur Utama RSUD H Moh Ruslan Kota Mataram dr Hj NK Eka Nurhayati di Mataram, Selasa, mengatakan, sejak awal tahun 2026, sampai saat ini pihaknya telah melayani puluhan pasangan suami istri dalam program bayi tabung atau IVF (In Vitro Fertilization).

"Tapi hingga saat ini belum ada pasien yang mencatatkan keberhasilan kehamilan melalui layanan itu," katanya.

Menurutnya, belum berhasilnya program bayi tabung pada para pasien yang ditangani lebih disebabkan kondisi dan tingkat kesulitan kasus yang dialami oleh para pasien itu sendiri. 

Sebagian besar pasien yang datang berkonsultasi dan menjalani terapi memiliki riwayat kasus berat.

"Rata-rata yang datang memang dengan kasus berat, seperti faktor usia, adanya penyakit penyerta, hingga faktor hormonal," terangnya.

Menurutnya, kendala hormonal dan usia menjadi tantangan tersendiri dibandingkan kasus yang disebabkan oleh penyumbatan saluran telur (tuba), di mana kondisi hormonal pasien biasanya masih relatif baik.

Meski menghadapi tantangan pada kasus-kasus kompleks, RSUD Mataram terus berkomitmen untuk mengoptimalkan pelayanan bayi tabung guna membantu pasangan suami istri di NTB dan sekitarnya yang mendambakan kehadiran buah hati.

"Jika program ini berhasil, maka layanan bayi tabung di RSUD Kota Mataram bisa menjadi alternatif bagi pasangan suami istri yang belum punya keturunan. Selain itu dapat menjadi sumber baru pendapatan daerah," katanya.

Eka menambahkan, operasional layanan bayi tabung ini secara resmi baru berjalan setelah izin dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI keluar pada awal tahun atau sekitar bulan Februari 2026.

"Namun program bayi tabung sudah dicanangkan sejak tahun 2025, dan menjadi layanan pertama serta satu-satunya di NTB," katanya.

Pewarta : Nirkomala
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026