Pemkab Madiun optimalkan puskesmas dongkrak capaian program CKG - ANTARA News Jawa Timur
Madiun (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, Jawa Timur, mengoptimalkan fungsi puskesmas untuk mendongkrak capaian realisasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di daerah itu yang baru mencapai 50,56 persen dari total jumlah penduduk yang menjadi target atau sasaran.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun Widya Wardani, di Madiun, Kamis, mengatakan capaian CKG di Kabupaten Madiun masih menyisakan kekurangan sekitar 20 persen dari sasaran yang harus dikejar.
"Target kita tahun 2026 adalah 70 persen dari sasaran. Jumlah penduduk sesuai data Dukcapil sebanyak 738.670 jiwa. Per tanggal 17 Agustus sudah mencapai 50,62 persen," ujar Widya.
Untuk mempercepat capaian tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun mengoptimalkan layanan CKG melalui 26 puskesmas yang ada. Pemeriksaan tidak hanya dilakukan di puskesmas induk, tetapi juga menjangkau posyandu, polindes, dan puskesmas pembantu (pustu).
Selain itu, Dinkes Kabupaten Madiun juga menggandeng sekolah, yayasan, hingga pondok pesantren untuk melakukan skrining kesehatan. Kelompok lansia juga menjadi sasaran pemeriksaan.
Langkah tersebut diharapkan mampu mendongkrak cakupan CKG, sehingga target 70 persen pada akhir tahun 2026 dapat tercapai.
Widya menjelaskan CKG tidak sama dengan medical check-up (MCU) lengkap seperti di rumah sakit atau laboratorium biasa. Warga yang terdeteksi memiliki masalah kesehatan akan mendapatkan tindak lanjut.
"Pelaksanaan CKG, kita mulai dari skrining keluhan. Misalnya sering buang air kecil pada malam hari, kita sarankan tes gula darah. Kalau batuk lebih dari dua minggu disertai gejala lain, kita sarankan pemeriksaan TBC," katanya.
Dalam pelaksanaan CKG, sejumlah penyakit tidak menular masih menjadi temuan yang cukup dominan, di antaranya hipertensi, diabetes melitus (DM), dan penyakit jantung.
Petugas juga memberikan konseling, termasuk mendorong penerapan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), pengaturan pola makan, konsumsi buah dan sayur, serta aktivitas fisik yang cukup.
Jika kondisi pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut, Dinkes akan melakukan rujukan ke rumah sakit.
Meskipun antusiasme masyarakat cukup tinggi, Dinkes Kabupaten Madiun mengakui belum menjangkau seluruh kelompok sasaran. Oleh karena itu, strategi percepatan akan dilakukan dengan memperluas lokasi pemeriksaan.
"CKG juga menyasar masyarakat umum yang belum pernah terdeteksi atau diperiksa. Jadi sasarannya mencakup pasien Prolanis sekaligus masyarakat luas,” ujar Widya.
Dengan percepatan pemeriksaan yang dilakukan tersebut, Pemkab Madiun optimistis dalam empat bulan terakhir tahun 2026 dapat mengejar target cakupan 70 persen.
Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.