Bima -

13 Pendaki Gunung Tambora kepergok buang sampah secara sembarangan. Tidak hanya itu, mereka juga memetik bunga edelweis yang dilindungi.

Sebanyak 13 pendaki di gunung Tambora kedapatan melanggar aturan pendakian. Mereka memetik dan membawa bunga edelweis serta membuang sampah sembarangan di puncak Gunung Tambora, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Iya betul (13 pendaki melanggar aturan saat mendaki Gunung Tambora)," ucap Kapolsek Tambora, Iptu Suhadak, saat dikonfirmasi, Rabu (19/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belasan pendaki itu ketahuan melanggar saat Polsek Tambora menggelar patroli dan pengamanan di gunung tersebut pada Selasa (18/8). Patroli gabungan melibatkan para personel dari Polsek Tambora, TNI, Polisi Hutan (Polhut), dan Balai Taman Nasional (TN) Tambora.

"Patroli gabungan dilakukan sebagai upaya antisipasi dan meminimalisasi potensi gangguan keamanan pada musim peak season pendakian Gunung Tambora," terang Suhadak.

Tim gabungan melakukan patroli dan pengamanan di dua jalur pendakian, yakni jalur pintu Rimba, Desa Oi Bura Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima, dan di Kantor Resort Pendakian Pancasila, Desa Tambora, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu.

Dari hasil patroli tersebut, didapati 10 pendaki yang membawa turun bunga edelweis yang dipetik di puncak gunung Tambora serta tiga pendaki yang tidak membawa turun sampah dari bungkus makanan yang dibawa pada saat naik pendakian.

"13 pendaki yang melakukan pelanggaran telah diberikan teguran tertulis dan larangan mendaki Gunung Tambora selama 1 tahun ke depan," terang Suhadak.

Polisi menemukan pendaki membawa bunga edelweis yang dipetik dari Gunung Tambora, NTB, Selasa (18/8/2026) malam. (Dok. Polsek Tambora)Polisi menemukan pendaki membawa bunga edelweis yang dipetik dari Gunung Tambora, NTB, Selasa (18/8/2026) malam. (Dok. Polsek Tambora) Foto: Polisi menemukan pendaki membawa bunga edelweis yang dipetik dari Gunung Tambora, NTB, Selasa (18/8/2026) malam. (Dok. Polsek Tambora)

Suhadak menambahkan patroli dan pengamanan di jalur pendakian Gunung Tambora akan terus dilakukan terutama saat momentum tertentu, seperti perayaan HUT RI, perayaan tahun baru dan sebagainya.

"Patroli dan pengamanan melibatkan tim gabungan intens dilakukan. Tujuannya mencegah gangguan kamtibmas di jalur pendakian Gunung Tambora," imbuh Suhadak.


---------

Artikel ini telah naik di detikBali.

(wsw/wsw)