Pemkab Natuna fokus padamkan api dekati permukiman warga
Pemkab Natuna fokus padamkan api dekati permukiman warga
Jumat, 4 September 2026 17:47 WIB
Satgas karhutla memadamkan api yang membakar lahan di Pulau Bunguran Besar pada September 2026. ANTARA/HO-Satgas Karhutla Natuna
Natuna (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Kepulauan Riau memfokuskan pemadaman api pada lokasi yang mendekati permukiman warga guna menekan risiko jatuh korban.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Natuna Zulheppy di Natuna, Jumat, mengatakan sejak 1–4 September 2026 kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Pulau Bunguran Besar semakin luas, bahkan telah merambat ke permukiman warga.
Total lahan yang terbakar mencapai lebih dari 40 hektare. Titik api terbanyak di Kecamatan Bunguran Batubi. Meski demikian, hingga saat ini tidak ada korban jiwa.
"Satgas mengalami keterbatasan peralatan, jadi saat ini fokus pemadaman di titik yang dekat dengan permukiman penduduk," ucapnya.
Dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla, Pemkab Natuna telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Karhutla melalui SK yang terbit pada 26 Agustus 2026.
Secara umum, pembentukan satgas tersebut bertujuan mempermudah koordinasi pencegahan dan penanggulangan karhutla.
Dalam SK tersebut, kata dia, telah dibagi tugas dan fungsi masing-masing instansi yang melibatkan Pemkab Natuna, TNI, Polri, hingga BMKG.
"Kolaborasi ini merupakan langkah kita untuk menyikapi fenomena yang terjadi, karena setiap hari titik api terus bermunculan," katanya.
Ia menjelaskan instansi yang masuk dalam satgas menyiagakan peralatan dan personel, baik di wilayah kebakaran terbanyak maupun di kecamatan induk, agar penanganan bisa dioptimalkan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Natuna melaporkan kabut asap telah menyelimuti sejumlah wilayah. Kondisi tersebut, tidak hanya akibat karhutla di wilayah Natuna, tetapi juga asap karhutla dari Pulau Kalimantan yang terbawa angin.
Hingga saat ini, terpantau kualitas udara di Pulau Serasan, Subi, dan Pulau Panjang menurun. Kondisi tersebut, memaksa Pemkab Natuna menerapkan pembelajaran jarak jauh bagi anak-anak sekolah.
"Saat ini akibat kabut asap, jarak pandang di laut berkurang hingga sekitar satu kilometer," katanya.
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor:
Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.