Kota Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu meminta organisasi masyarakat (ormas) di wilayah itu untuk ikut serta dalam mendukung percepatan pembangunan dan kemajuan daerah tersebut.

Salah satunya yaitu melalui partisipasi aktif ormas dalam mengawal program pemerintah sehingga dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Pemerintah memiliki kewenangan untuk membuat regulasi, membuat aturan. Sementara masyarakat harus sinergi turut serta mengawal pengelolaan anggaran-anggaran dari pemerintah sebab di dalamnya terdapat uang rakyat," kata Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi di Bengkulu, Selasa.

Ia menyebut partisipasi aktif masyarakat dan ormas merupakan kunci utama dalam mendukung keberhasilan berbagai program pembangunan daerah.

Sebab, pemerintah dan elemen masyarakat sebagai satu kesatuan yang saling melengkapi, sehingga dirinya yakin dengan adanya kolaborasi dan sinergi aktif antara pemerintah dan Ormas maka kemajuan daerah akan berkembang pesat.

Dedy menerangkan Kota Bengkulu memiliki kekuatan sosial yang luar biasa, dan dengan adanya ormas diharapkan dapat ikut serta dalam mendukung pembangunan daerah.

"Pemerintah menyadari tidak dapat bekerja sendiri tanpa adanya dukungan dari elemen masyarakat, khususnya organisasi kemasyarakatan (ormas).

Sebanyak 38 ormas mulai dari ormas keagamaan, sosial, kepemudaan, hingga organisasi lainnya turut hadir dan menyatakan komitmennya untuk bersinergi serta menjadi mitra strategis pemerintah.

Ormas-ormas tersebut siap memberikan masukan yang membangun serta kritik yang konstruktif,'' jelas dia.

Di sisi lain, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bengkulu Saipul Apandi mengatakan bahwa membangun kolaborasi strategis antara ormas dan pemerintah daerah sangat penting dalam mendorong percepatan kemajuan daerah.

''Tujuan kegiatan ini adalah mensinergikan upaya percepatan pembangunan di Kota Bengkulu dengan upaya memaksimalkan peran ormas dalam pemerintahan yang efektif,'' sebut dia.

Pewarta: Anggi Mayasari
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.