Pemprov Bengkulu: Satrad TNI AU perkuat pertahanan udara daerah - ANTARA News Bengkulu
Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Bengkulu menilai kehadiran Satuan Radar (Satrad) TNI Angkatan Udara di Kabupaten Bengkulu Selatan, jadi langkah memperkuat sistem pertahanan udara sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan pengamanan wilayah.
"Kehadiran fasilitas tersebut akan semakin memperkuat sistem pertahanan udara sekaligus menjadi kebanggaan bagi masyarakat Bengkulu," kata Wakil Gubernur Bengkulu Mian di Kantor Gubernur Bengkulu, di Bengkulu, Rabu.
Pernyataan itu disampaikan Mian saat menerima audiensi Komandan Lanud Sri Mulyono Herlambang (SMH) Palembang Kolonel Pnb Asep Wahyu Wijaya.
Mian mengatakan Pemerintah Provinsi Bengkulu mendukung pembangunan Satrad karena keberadaannya tidak hanya memperkuat sistem pertahanan udara nasional, tetapi juga menjadi infrastruktur strategis di Bengkulu.
Menurut dia, pembangunan satuan radar tersebut sangat strategis karena memperkuat sistem pertahanan nasional, khususnya di wilayah udara bagian barat Indonesia.
"Progres pembangunan Satrad saat ini sudah mencapai 30 persen. Mudah-mudahan pada Februari atau Maret tahun depan pembangunannya selesai, dan pada Mei sudah dapat mulai difungsikan," kata dia.
Dalam audiensi tersebut, Kolonel Pnb Asep menyampaikan perkembangan pembangunan Satrad TNI AU di Kabupaten Bengkulu Selatan hingga saat ini telah mencapai sekitar 30 persen.
Menurut dia, pembangunan Satrad bertujuan guna meningkatkan kemampuan pemantauan dan pengamanan wilayah udara, khususnya di sekitar kawasan Sumatera Bagian selatan.
TNI AU berharap keberadaan fasilitas tersebut dapat memperkuat sistem deteksi dini sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi ancaman di ruang udara nasional.
Diketahhui, TNI Angkatan Udara sudah memulai pembangunan satuan radar di Kabupaten Bengkulu Selatan sejak April 2026 sebagai upaya memperkuat sistem pertahanan udara di wilayah selatan Pulau Sumatera.
Pewarta: Boyke Ledy Watra
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.