Majalengka (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, memastikan pasokan air untuk sekitar 2.000 hektare lahan pertanian di Kecamatan Jatitujuh tetap aman selama musim kemarau setelah adanya sodetan aliran dari Bendung Rentang.

Bupati Majalengka Eman Suherman di Majalengka, Rabu, mengatakan peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi sawah serta mengetahui dampak kemarau panjang akibat fenomena El Nino terhadap sektor pertanian.

“Dari hasil pemantauan memang ada wilayah yang mengalami kekeringan, tetapi ada juga yang hari ini bisa tersenyum lega karena kebutuhan airnya sudah tercukupi,” katanya.

Ia menjelaskan, wilayah Jatitujuh yang sebelumnya menjadi kawasan rawan gagal panen saat musim kemarau kini mendapat pasokan air setelah sodetan dari Bendung Rentang mulai difungsikan sekitar satu bulan terakhir.

Baca juga: Pemkab Ciamis dorong pengembangan padi organik

Menurut dia, saluran tambahan tersebut mampu menyelamatkan sekitar 2.000 hektare lahan pertanian di lima desa, yakni Jatitujuh, Jatitengah, Biyawak, Jatiraga, Pilangsari, dan Puteridalam.

Eman menyebut sebelum adanya dukungan pasokan air tersebut, petani di wilayah itu biasanya hanya mampu memanen sekitar 500 hektare lahan ketika memasuki musim kemarau.

“Biasanya di musim kemarau hanya sekitar 500 hektare yang bisa panen. Namun setelah sodetan dibuka, hampir 2.000 hektare lahan di lima desa ini airnya tercukupi dan terhindar dari gagal panen,” ujarnya.

Ia mengapresiasi Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung yang telah merealisasikan pembangunan sodetan untuk menjaga keberlanjutan produksi pertanian di Kabupaten Majalengka.

Pewarta: Fathnur Rohman
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.