Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Lampung mendukung pengembangan Kawasan Kolaborasi Itera (KKI) sebagai model sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

"Kawasan komersial ini diharapkan menjadi contoh nyata kolaborasi dunia pendidikan, pemerintah, dan sektor usaha yang mampu memberikan nilai tambah bagi pembangunan daerah sekaligus membuka peluang ekonomi yang berkelanjutan," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Lampung Samsurijal di Bandarlampung, Selasa.

Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi Lampung siap mendukung proses pengembangan kawasan tersebut agar dapat menarik investasi dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

"Kawasan Kolaborasi Itera merupakan kawasan komersial terpadu seluas 42 hektare yang akan dikembangkan Institut Teknologi Sumatera (Itera) menjadi superblok multifungsi di koridor Jalan Terusan Ryacudu. Kami siap mendorong pengembangan wilayah KKI ini," katanya.

Ketua Tim Pengembangan Kawasan Komersial Itera M. Bobby Rahman mengatakan kawasan tersebut dirancang sebagai ruang kolaborasi antara pemerintah, badan usaha, dan perguruan tinggi, sekaligus menjadi salah satu sumber pendapatan institusi.

"KKI ini dirancang bukan sekadar menjadi pusat bisnis, tetapi juga sebagai sumber pendapatan institusi yang hasilnya akan dikembalikan untuk mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi serta meningkatkan fasilitas bagi mahasiswa," katanya.

Menurut Bobby, kawasan itu akan dilengkapi berbagai fasilitas, antara lain hotel, auditorium atau gedung pertemuan, serta pusat gaya hidup yang dapat dimanfaatkan masyarakat maupun sivitas akademika.

"Lahan pengembangan ini merupakan aset negara atau Barang Milik Negara (BMN) seluas 42 hektare yang terbagi dalam dua zona, yakni 18 hektare dan 24 hektare," katanya.

Ia mengatakan lokasi kawasan berada di sisi utara Kampus Itera, tepat di depan Markas Polda Lampung dan berada di koridor Jalan Terusan Ryacudu yang terhubung langsung dengan Gerbang Tol Kota Baru di Jalan Tol Trans Sumatera.

"Untuk menarik investor, Itera menawarkan tiga kepastian utama, yakni kepastian pasar, kepastian lokasi, dan kepastian regulasi.Dari sisi pasar, kawasan tersebut memiliki potensi sekitar 25 ribu sivitas akademika Itera sebagai captive market," katanya.

Sementara itu, lanjut dia, dari sisi regulasi, proyek berdiri di atas aset negara sehingga memiliki kepastian hukum, serta didukung lokasi yang dinilai strategis dan berkembang.

"Itera membuka peluang bagi investor untuk berpartisipasi dalam pengembangan kawasan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) maupun mekanisme Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP)," kata dia.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.