AMBON (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Maluku memprioritaskan pengembangan Blok Masela sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi daerah dengan memastikan keberadaan proyek strategis tersebut memberi dampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja, penguatan usaha lokal, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Badan Penghubung Provinsi Maluku di Jakarta Saiful Indra Patta dalam keterangan yang diterima di Ambon, Kamis, mengatakan pengembangan Blok Masela tidak boleh hanya dipandang sebagai proyek pengelolaan sumber daya gas, tetapi harus diarahkan menjadi bagian dari transformasi ekonomi Maluku.

"Blok Masela bukan sekadar proyek gas. Bagi Maluku, Blok Masela harus menjadi momentum untuk mengubah kekayaan sumber daya alam menjadi kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat," kata dia seusai diskusi publik bertajuk "Blok Masela sebagai motor pertumbuhan memperkuat ketahanan energi Indonesia dan mempercepat kesejahteraan Maluku" di Jakarta.

Menurut dia, keberhasilan pengembangan Blok Masela tidak cukup diukur dari besarnya investasi, pembangunan fasilitas, maupun kapasitas produksi gas, tetapi juga dari manfaat ekonomi yang diterima masyarakat Maluku.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Maluku mendorong agar pengembangan Blok Masela dibarengi peningkatan kesempatan kerja bagi masyarakat lokal, penguatan kompetensi tenaga kerja, serta keterlibatan pelaku usaha daerah dalam rantai pasok industri.

"Maluku tidak boleh hanya menjadi tempat sumber daya alam yang diambil. Maluku harus menjadi bagian penting dalam proses penciptaan nilai tambah," ujarnya.

ia mengatakan salah satu agenda yang perlu dipersiapkan adalah penguatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan, sertifikasi, dan peningkatan kompetensi sesuai kebutuhan industri migas.

Proses rekrutmen tenaga kerja, kata dia, juga perlu dilakukan secara transparan dan berbasis kompetensi sehingga masyarakat Maluku memiliki kesempatan yang lebih besar untuk terlibat dalam kegiatan industri yang berkembang seiring pengoperasian Blok Masela.

Selain tenaga kerja, Pemprov Maluku mendorong peningkatan kapasitas UMKM, koperasi, pelaku usaha lokal, dan badan usaha daerah agar dapat masuk dalam rantai pasok industri Blok Masela.

Upaya tersebut dapat dilakukan melalui penguatan kapasitas usaha, akses pembiayaan, kemitraan, serta keterbukaan informasi mengenai kebutuhan dan proses pengadaan barang maupun jasa.

Pemprov Maluku juga mendorong agar keberadaan Blok Masela dapat menjadi pengungkit bagi sektor produktif lainnya, seperti kelistrikan, perikanan, industri pengolahan hasil laut, transportasi, dan logistik.

Dengan demikian, manfaat ekonomi dari pengembangan sumber daya gas tidak berhenti pada kegiatan industri hulu, tetapi dapat menciptakan efek berganda terhadap perekonomian daerah.

Ia menambahkan pembangunan infrastruktur pendukung juga menjadi faktor penting agar manfaat ekonomi Blok Masela dapat dirasakan lebih luas, terutama di wilayah kepulauan.

Infrastruktur tersebut mencakup konektivitas jalan, pelabuhan, bandara, telekomunikasi, energi, air bersih, fasilitas kesehatan, hingga sistem logistik.

"Blok Masela harus dibangun sebagai bagian dari ekosistem ekonomi, bukan hanya sebagai pembangunan sebuah proyek energi," katanya.

Ia mengatakan Pemprov Maluku juga menekankan pentingnya pengembangan Blok Masela dilakukan dengan memperhatikan aspek lingkungan dan kepentingan masyarakat serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, SKK Migas, operator, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat diperlukan agar pengembangan proyek tersebut berjalan selaras dengan kepentingan nasional sekaligus mendukung agenda pembangunan Maluku.

Dirinya menyampaikan pengembangan Blok Masela memiliki arti strategis tidak hanya bagi Maluku, tetapi juga bagi ketahanan energi nasional dan penguatan basis industri di Indonesia.

Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.