Pemprov Papua Pegunungan sebut 1.674 mahasiswa peroleh beasiswa pendidikan 2026
Pemprov Papua Pegunungan sebut 1.674 mahasiswa peroleh beasiswa pendidikan 2026
Rabu, 9 September 2026 13:40 WIB
Plt Kepala Biro Pemerintahan, Otonomi Khusus dan Kesejahteraan Rakyat Setda Papua Pegunungan Adi Wetipo (lima dari kiri) didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Pegunungan Simon Sembor berfoto bersama penerima beasiswa pendidikan tahun 2026.ANTARA/HO-Humas Pemprov Papua Pegunungan.
Wamena (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan (Papeg) melalui Biro Pemerintahan, Otonomi Khusus dan Kesejahteraan Rakyat setempat menyebut 1.674 mahasiswa memperoleh beasiswa pendidikan tahun 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Pemerintahan, Otonomi Khusus dan Kesejahteraan Rakyat Setda Papeg Adi Wetipo di Wamena, Selasa mengatakan bantuan pendidikan bagi 1.674 mahasiswa adalah bantuan studi akhir dan studi khusus.
“Sebanyak 1.674 mahasiswa pada tahun ini menerima bantuan dari Pemprov Papua Pegunungan yang disalurkan melalui Biro Pemerintahan, Otonomi Khusus dan Kesejahteraan Rakyat untuk mahasiswa studi akhir dan studi khusus seperti juruan bandara, doktor, kedokteran dan pilot,” katanya.
Menurut Adi, untuk mahasiswa diploma tiga (D3) menerima beasiswa sebesar Rp8 juta, D3 bandara Rp12,5 juta, strata satu (S1) Rp10 juta, magister Rp20 juta, doktor Rp25 juta, luar negeri Rp25 juta, kedokteran Rp31 juta dan pilot pengambilan lisensi Rp30 juta.
“Mahasiswa D3 berbagai jurusan sebanyak 71 orang, mahasiswa D3 bandara lima orang, mahasiswa S1 semua jurusan 1.321 orang, mahasiswa magister atau S2 194 orang, mahasiswa dokter (S3) 21 orang, mahasiswa luar negeri 12 orang, mahasiswa kedokteran Rp31 orang dan pengambilan lisensi pilot 19 orang. Semua yang menerima bantuan pendidikan ini adalah orang asli Papua (OAP) Pegunungan,” ujarnya.
Dia menjelaskan proposal bantuan beasiswa yang masuk kepada Biro Pemerintahan, Otonomi Khusus dan Kesejahteraan Rakyat Setda Papua Pegunungan sejauh ini sebanyak 2.428.
“Memang proposal bantuan dari mahasiswa yang masuk ini cukup banyak yakni 2.428, namun kami melakukan verifikasi untuk memastikan keabsahan mahasiswa-mahasiswa tersebut terlebih dahulu sebelum beasiswa disalurkan,” katanya.
Dia menambahkan dari 2.428 proposal yang masuk, ternyata terdapat 333 mahasiswa baru semester bawah, 421 mahasiswa telah drop out atau status tidak jelas.
“Kami menyiapkan kurang lebih Rp20 miliar dari dana otonomi khusus (otsus) tahun ini untuk beasiswa pendidikan bagi mahasiswa studi akhir dan mahasiswa studi khusus. Kami berharap dana beasiswa tersebut dapat dipergunakan sebagaimana baiknya dalam membantu pendidikan mereka,” ujarnya.
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026