Pemprov sebut MBG geliatkan ekonomi petani sayuran di Bali - ANTARA News Bali
Denpasar, Bali (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Bali menyebutkan program prioritas pemerintah yakni makan bergizi gratis (MBG) turut menggeliatkan perekonomian para petani sayuran khususnya di Bedugul, Kabupaten Tabanan.
"Kalau sayuran itu semua produk lokal dari Bedugul. Kami harapkan agar MBG semua bisa didukung produk lokal," kata Kepala Bidang Pascapanen, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali Ni Luh Sukadani di sela diskusi "Transformasi UMKM Ekonomi Kreatif" di Denpasar, Bali, Rabu.
Menurut dia, MBG membutuhkan sayuran segar, sehingga tidak disuplai dari luar daerah.
Ia mengungkapkan sebagian besar MBG menggunakan bahan baku yang diproduksi di Bali, sehingga program tersebut membuka peluang bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Sedangkan, bahan pangan lainnya, lanjut dia, sebagian lainnya masih ada yang dipasok dari luar Bali di antaranya daging ayam dan telur ayam ras.
Sukadani menjelaskan faktor harga yang lebih terjangkau menjadi salah satu alasan pemilihan pangan itu didatangkan dari provinsi tetangga.
"Kami tidak bisa membatasi harus 100 persen lokal, karena mereka mempertimbangkan keuntungan juga yang kami tidak bisa intervensi," ucapnya.
Komoditas telur misalnya, lanjut dia, sebagian di antaranya didatangkan dari Banyuwangi, Jawa Timur, karena dinilai dari sisi harga lebih terjangkau mengingat banyak pabrik dan pakan ternak yang ada di daerah itu.
Begitu juga daging ayam beku yang memiliki harga lebih murah menjadi pilihan dan di Bali masih terbatas untuk produksi daging ayam beku.
"Komoditas telur dari Bali juga ada yang didistribusikan ke NTB dan NTT, tapi dari Banyuwangi (telur) juga ada yang masuk ke Bali," imbuhnya.
Sementara itu, berdasarkan data Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Bali, pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah mengucurkan belanja untuk program MBG di Bali yang menembus Rp852,75 miliar selama Januari hingga 8 Juni 2026.
Adapun total penerima manfaat sudah mencapai 618.390 orang per 8 Juni 2026.
Adapun per 8 Juni 2026 jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bali mencapai 277 unit dengan total jumlah petugas SPPG telah mencapai 12.503 orang.
Sedangkan, selama 2025, realisasi belanja MBG di Bali mencapai Rp1,39 triliun.
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.