Sebanyak 80,6% penduduk Indonesia telah terhubung ke internet. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Nezar Patria mengatakan jumlah tersebut harus menjadi modal bagi Indonesia untuk menjadi pemain dalam ekosistem digital, bukan sekadar pasar bagi produk dan platform global.

“Dengan jumlah ini kita punya market power luar biasa. Jangan hanya berhenti pada market power. Kita harus bisa menjadi pemain yang signifikan dalam ekosistem digital yang sedang bertumbuh cukup dahsyat,” ujar kata Nezar dalam pernyataan tertulisnya, Rabu (2/9).

Menurutnya, salah satu upaya untuk memperkuat posisi Indonesia di ruang digital dapat dilakukan melalui peningkatan penggunaan domain .id.

Pengelola Nama Domain Internet Indonesia atau Pandi mencatat jumlah domain .id saat ini telah mencapai sekitar 1,5 juta. Pemerintah bersama Pandi dan pelaku industri pun didorong untuk memperluas adopsi domain Indonesia tersebut, terutama bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), institusi pendidikan, hingga layanan publik.

Nezar menilai penggunaan domain .id dapat memperkuat identitas berbagai aktivitas ekonomi dan layanan lokal di internet sehingga lebih mudah dikenali sebagai bagian dari ekosistem digital Indonesia. “Pemerintah bersama Pandi dan industri perlu memperluas adopsi domain .id bagi UMKM, institusi pendidikan, hingga layanan publik,” katanya.

Nezar juga menilai domain .id tidak hanya berkaitan dengan identitas alamat internet, tetapi dapat menjadi ruang untuk membawa kekayaan bahasa dan budaya Indonesia ke ruang digital.

Ia mencontohkan bahasa dan aksara Bali yang kini telah dapat digunakan dalam domain .id. Menurut Nezar, perkembangan tersebut dapat membuka ruang yang lebih besar bagi kekayaan budaya Nusantara untuk hadir di internet.

Ia menambahkan, penguatan kehadiran bahasa dan aksara daerah di internet menjadi semakin penting seiring semakin mudahnya generasi muda mengakses berbagai budaya dari luar negeri melalui ruang digital. “Kita punya begitu banyak bahasa, tetapi generasi muda kita malah tidak kenal,” katanya.

Keamanan Jadi Perhatian

Di tengah peningkatan penggunaan domain .id, Nezar juga meminta aspek keamanan dan kepercayaan dibangun sejak tahap awal perancangan layanan digital.

Ia menyoroti sejumlah risiko yang perlu diantisipasi dalam ekosistem digital, mulai dari penipuan, konten berbahaya, eksploitasi anak, hingga pengumpulan data yang tidak sesuai dengan ketentuan.

“Keamanan dan kepercayaan harus dibangun sejak tahap perencanaan,” ujar Nezar.

Untuk memperkuat pengawasan, ia meminta Pandi membangun mekanisme pertukaran data dengan berbagai pihak dalam ekosistem digital. Pihak tersebut antara lain registryregistrar, penyelenggara jasa internet, lembaga keamanan siber, serta tim respons insiden.

Pertukaran data tersebut diharapkan dapat membantu mendeteksi sekaligus menangani penyalahgunaan domain secara lebih cepat.

Selain keamanan, Nezar menekankan bahwa akses terhadap domain .id harus tetap terbuka, inklusif, interoperabel, dan terjangkau. Kesiapan universal acceptance juga dinilai penting agar nama domain yang menggunakan beragam bahasa dan aksara dapat digunakan secara luas pada berbagai layanan digital.

Pandi sebelumnya juga mengungkapkan ancaman penyalahgunaan domain juga menjadi tantangan. Pandi mencatat 32.359 kasus domain abuse pada periode Januari-Juni 2026. Dari jumlah tersebut, kasus yang paling banyak ditemukan berkaitan dengan judi online atau judol, yakni sebanyak 24.550 kasus.

Pandi juga mencatat 6.495 kasus phishing, 961 kasus malware, dan 342 kasus dalam kategori lainnya. Pandi menyatakan penguatan keamanan menjadi salah satu fokus dalam pengelolaan ekosistem domain .id.

Sepanjang semester I 2026, pusat keamanan Pandi juga mencatat 77.517 serangan. Meski demikian, Pandi menyebut tidak terdapat insiden berisiko tinggi yang tidak tertangani selama periode tersebut.

Untuk meningkatkan kemampuan mendeteksi penyalahgunaan domain, Pandi juga mengembangkan BIMA v2.0, aplikasi berbasis kecerdasan buatan yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan crawling dan mendeteksi potensi penyalahgunaan domain .id.