Penjualan tiket MotoGP di Sirkuit Mandalika tembus 70 persen - ANTARA News Megapolitan
Mataram (ANTARA) - Penjualan tiket ajang MotoGP di Sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menjelang balapan pada 9-11 Oktober 2026 sudah menembus 70 persen.
"Kemarin kita sempat jumpa dengan teman-teman Injourney dan MGPA, kami mendapatkan informasi tiket sudah terjual hampir 70 persen," ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB, Ahmad Nur Aulia di Mataram, Rabu.
Ia optimistis dengan sisa waktu menuju penyelenggaraan, target 140 ribu lebih penonton MotoGP Mandalika tahun ini akan tercapai.
"Alhamdulillah, dengan waktu tersisa kita optimis penyelenggaraan MotoGP seperti target yang ditetapkan bisa terpenuhi," katanya.
Aulia mengatakan total jumlah kursi yang tersedia di Sirkuit Mandalika mencapai 150 ribu.
Terkait jumlah penonton asal NTB sendiri, ia mengaku belum memiliki data rinci. Namun, untuk tiket MotoGP bagi warga NTB mendapatkan potongan harga.
Untuk mendongkrak penjualan dan promosi, Pemprov NTB, sebut Aulia, telah melakukan berbagai upaya. Selain roadshow keluar daerah seperti Yogyakarta, promosi masif juga dilakukan di dalam daerah.
"Kita sudah roadshow ke beberapa daerah seperti Yogyakarta, namun sudah 2 minggu efektifkan dengan kabupaten kota untuk melakukan promosi bandara melalui InJourney dan Pemda melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Kota termasuk dengan Diskominfotik provinsi dan kabupaten/kota," ujarnya.
Sebelumnya, Direktur Operasi ITDC sekaligus Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP Mandalika), Troy Reza Warokka mengakui animo masyarakat untuk menonton MotoGP di Sirkuit Mandalika pada tahun ini antusias, terlebih lagi warga NTB.
Untuk mendongkrak penjualan tiket, pihaknya memuji langkah yang dilakukan oleh NTB dengan melakukan promosi ke sejumlah daerah di Indonesia. Bahkan, pihaknya pun akan melakukan promosi yang sama ke berbagai daerah.
Menurut dia, secara ekonomi dampak MotoGP ini sangat besar dalam meningkatkan perekonomian daerah dan nasional.
"Kalau 2024 itu di angka Rp2,4 triliun, tahun 2025 di angka Rp4,9 triliun. Tahun ini kita harapkan angkanya bisa Rp5 triliun. Kita doakan sama-sama," kata Troy.
Ia optimistis melihat animo penonton yang cukup besar di lihat dari tingginya penjualan tiket, penambahan permintaan penerbangan langsung untuk MotoGP pada tahun ini dapat mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi.
"Yang menarik pembelian tiket itu di luar negeri juga oke. Bahkan sampai ke Monaco," katanya.
Pewarta: Nur Imansyah
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.