Penyaluran beras bantuan pangan di Manokwari capai 50 persen - ANTARA News Papua Tengah
Manokwari (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Manokwari, Papua Barat mencatat realisasi penyaluran beras bantuan pangan periode Juli hingga September 2026 untuk 22.480 penerima di kabupaten tersebut mencapai 50 persen dari total alokasi 674,40 ton.
Kepala Perum Bulog Manokwari Sheika Irawaty di Manokwari, Senin, mengatakan lokasi pendistribusian beras bantuan pangan kepada keluarga penerima manfaat dilakukan melalui 172 kantor kelurahan dan balai kampung.
“Untuk Kabupaten Manokwari, penyaluran tidak melalui kantor distrik tapi kantor kelurahan dan balai kampung sesuai kesepakatan bersama pemerintah daerah,” kata Irawaty.
Dia menyebut jumlah penerima bantuan pangan tersebar di Distrik Manokwari Barat sebanyak 9.825 penerima (294,75 ton), Manokwari Selatan 2.415 penerima (72,45 ton), Manokwari Timur 1.742 penerima (52,26 ton), Warmare 1.368 penerima (41,04 ton), dan Aimasi 1.245 penerima (37,35 ton).
Kemudian, Sidey 1.029 penerima (30,87 ton), Tanah Rubuh 863 penerima (25,89 ton), Prafi 652 penerima (19,56 ton), Masni Utara 619 penerima (18,57 ton), Mokwam 477 penerima (14,31 ton), Wasirawi 468 penerima (14,04 ton), Manokwari Utara 417 penerima (12,51 ton), dan Moruj Mega 291 penerima (8,73 ton).
“Penyaluran beras di Manokwari dilakukan bertahap yang dimulai dari Distrik Manokwari Barat pada 28 Agustus 2026, karena jumlah penerima paling banyak,” ucap Irawaty.
Dia menjelaskan program bantuan pangan dengan alokasi Juli-September disalurkan sekaligus kepada penerima melalui kantor kelurahan dan balai kampung, sehingga setiap keluarga yang terdaftar akan memperoleh 30 kilogram beras.
Pemilihan kantor kelurahan dan balai kampung sebagai lokasi penyaluran dinilai lebih efektif, mudah diawasi, memperpendek jarak tempuh sekaligus menekan biaya transportasi yang dikeluarkan oleh masyarakat penerima manfaat di setiap wilayah.
“Kami target sebelum tanggal 30 bulan ini, penyaluran beras bantuan pangan di Manokwari tuntas 100 persen,” katanya.
Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.