Pembangunan gardu induk yang telah berproses sejak 2017 itu merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat sistem kelistrikan nasional.

Kehadiran GI Nalumsari juga diharapkan mampu mengurangi beban Gardu Induk Jepara dan Kudus yang selama ini menopang kebutuhan listrik di kawasan tersebut.

Tokoh masyarakat Tunggul Pandean, Sarno, mengatakan warga pada umumnya mendukung proyek tersebut karena dinilai memberikan manfaat langsung, terutama bagi sektor pertanian.

“Masyarakat di sini sangat antusias mendukung GI ini dan berharap sistem kelistrikan semakin baik. Kami para petani sangat membutuhkan listrik, terutama untuk membantu pengairan sawah saat musim kemarau," katanya.

Sarno mengakui masih ada sebagian kecil warga yang menolak pembangunan gardu induk. Namun, menurut dia, mayoritas masyarakat tetap mendukung kelanjutan proyek tersebut.

“Tapi itu cuma segelintir penduduk di sini, selebihnya orang luar desa yang tidak tahu apa-apa. Makanya saya tekankan kalau ada warga sini yang menghambat proyek, matikan saja listrik di rumahnya, Pak PLN," ujarnya.

Senada, Ketua RT 4 Desa Tunggul Pandean, Sapon, menilai pembangunan gardu induk menjadi kebutuhan masyarakat mengingat listrik telah menjadi kebutuhan utama dalam kehidupan sehari-hari.

“Listrik ini kebutuhan primer. Karena itu kami senang jika ada pembangunan gardu induk di wilayah kami karena akan mendukung aktivitas warga," ujarnya.

Dukungan serupa disampaikan Ketua RW 2 Sunardi. Menurutnya, keberadaan GI akan meningkatkan keandalan pasokan listrik sekaligus menjadi nilai tambah bagi desa.

“Berkah bagi desa kami karena gardu induk dibangun di sini. Ke depan listrik akan semakin andal dan aktivitas masyarakat menjadi lebih mudah," katanya.

Proyek Berjalan Sejak 2017

Mantan Kepala Desa Tunggul Pandean, Parmono, mengatakan rencana pembangunan GI Nalumsari telah dimulai sejak 2017 melalui proses sosialisasi dan pembebasan lahan.

Menurutnya, proyek tersebut bertujuan memperkuat sistem kelistrikan di Jepara dan Kudus sehingga bukan proyek yang muncul secara mendadak.

“Setahu saya, semua tahapan sudah dilalui, mulai dari sosialisasi hingga pembebasan lahan. Jadi bukan proyek yang tiba-tiba muncul," ujarnya.

Ia menilai, apabila masih terdapat penolakan, hal tersebut hanya berasal dari sebagian kecil pihak yang memiliki kepentingan tertentu.

Baca Juga: Rexy Mainaky Sebut Nova Widianto Terima Tawaran Pelatnas PBSI, Gantikan Rionny?