Perkuat pengendalian karhutla di Muba, PT RHM bangun sekat bakar 890 meter

Rabu, 23 September 2026 20:39 WIB

Image Print

PT Rimba Hutani Mas (PT RHM) tmembangun sekat bakar sepanjang 890 meter di wilayah Hutan Produksi (HP) Lalan Mendis, Medak, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. (ANTARA/HO/PT.RHM)

Palembang (ANTARA) - Upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Hutan Produksi (HP) Lalan Mendis, Medak, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, terus dilakukan secara terpadu melalui kolaborasi berbagai pihak.

PT Rimba Hutani Mas (PT RHM) turut mendukung upaya tersebut dengan membangun sekat bakar sepanjang 890 meter, disertai pemadaman darat, patroli, pemantauan, serta dukungan operasi udara.

Penanganan di lapangan melibatkan PT RHM bersama Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Lalan Mendis, TNI, Polri, Manggala Agni, Kelompok Masyarakat Peduli Api (KMPA), masyarakat, serta sejumlah perusahaan di sekitar lokasi.

Kepala KPH Lalan Mendis Amiril di Muba, Rabu, menilai dukungan berbagai pihak, termasuk PT RHM, membantu memperkuat pengendalian karhutla di lapangan.

"Penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan dan koordinasi berbagai pihak. Dukungan PT RHM melalui personel, peralatan, alat berat, maupun dukungan lainnya sangat membantu upaya pengendalian bersama," ujar Amiril.

Kebakaran di wilayah tersebut pertama kali terdeteksi pada 15 September 2026 melalui pemantauan menara api. Sejak saat itu, tim gabungan intensif melakukan pemadaman dan pemantauan di lapangan.

Salah satu langkah penanganan yang diperkuat adalah pembangunan sekat bakar sejak 19 September 2026. Hingga Selasa (22/9), sekat bakar yang terbangun mencapai 890 meter dengan lebar 6–8 meter dan pengerjaannya masih terus berlanjut.

Untuk mempercepat pekerjaan, PT RHM mengerahkan 12 unit ekskavator. Sekat bakar tersebut dibangun guna menghambat pergerakan api sekaligus mengurangi risiko penyebaran kebakaran ke area sekitar.

PT Rimba Hutani Mas (PT RHM) tmembangun sekat bakar sepanjang 890 meter di wilayah Hutan Produksi (HP) Lalan Mendis, Medak, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. (ANTARA/HO/PT.RHM)

Bersamaan dengan pembangunan sekat bakar, pemadaman dari darat terus dilakukan dengan dukungan pompa air, jaringan selang, dan peralatan pendukung lainnya.

Upaya pengendalian tersebut juga mendapat dukungan udara menggunakan helikopter Kamov PK-KII untuk patroli dan pengeboman air (water bombing). Dalam operasi tersebut, helikopter melaksanakan dua sorti dengan total 46 kali water bombing.

Fire Marshal PT RHM Agung Pratama menyampaikan lokasi kebakaran berada di luar wilayah konsesi PT RHM. Meski demikian, perusahaan tetap mengerahkan sumber daya sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam penanganan karhutla di Musi Banyuasin.

"Pembangunan sekat bakar kami lakukan untuk membantu menghambat pergerakan api. Langkah ini berjalan bersama pemadaman darat, patroli, dan dukungan udara yang terkoordinasi," kata Agung.

Ia menegaskan fokus bersama tim gabungan saat ini adalah mengendalikan api dan mencegah penyebarannya ke wilayah yang lebih luas.

Pewarta: Pewarta Sumsel
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026