Perpusnas Tetapkan Babad Besuki Situbondo sebagai Ingatan Kolektif Nasional 2026 |Republika Online
Perpusnas tetapkan Sejarah Besuki sebagai Ingatan Kolektif Nasional.
REPUBLIKA.CO.ID, SITUBONDO, – Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) secara resmi menetapkan naskah kuno Babad Besuki dari Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, sebagai Ingatan Kolektif Nasional (IKON) tahun 2026. Penetapan ini dihadiri langsung oleh Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo di Gedung Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, Kamis (24/9) malam.
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, mengemukakan bahwa pengakuan dari Perpusnas RI ini merupakan sebuah penghargaan besar bagi seluruh masyarakat Situbondo, khususnya warga Kecamatan Besuki. "Dengan bangga saya menjemput sebuah penghargaan kepada masyarakat Situbondo, masyarakat Besuki yang saya cintai," ujarnya.
Menurut Rio, status sebagai Ingatan Kolektif Nasional membuat Babad Besuki tidak lagi sekadar menjadi warisan sejarah daerah. Kini, keberadaan naskah tersebut telah menjadi bagian integral dari memori kolektif bangsa Indonesia.
Momentum Pembangunan Besuki Raya
Penetapan ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat pembangunan kawasan Besuki Raya yang berada di wilayah barat Situbondo. Rio menegaskan bahwa sejarah tidak cukup hanya disimpan sebagai catatan masa lalu, melainkan harus menjadi pijakan untuk membangun masa depan kawasan.
"Mudah-mudahan ini menjadi sebuah lompatan sejarah, di mana kami sedang serius-seriusnya membangun Besuki," katanya. Bupati juga menyebut posisi Besuki dalam sejarah Kabupaten Situbondo sangat vital, yakni sebagai "rahim" dari lahirnya Situbondo.
Babad Besuki sendiri merupakan naskah kuno yang merekam perjalanan sejarah kawasan Besuki Raya. Naskah ini menjadi sumber penting dalam menelusuri jejak masa lalu, termasuk tokoh-tokoh dan berbagai peristiwa yang membentuk perjalanan kawasan tersebut. "Babad Besuki mengantarkan kami pada cerita kejayaan di masa lalu," ujar Rio.
Dengan penetapan sebagai IKON 2026, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap sejarah lokal semakin kuat. Langkah ini juga sekaligus mendorong upaya pelestarian naskah-naskah kuno sebagai warisan budaya bangsa yang tak ternilai harganya.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara