Pertamina EP Adera Field maksimalkan potensi Sumur BNG-080 di PALI Sumsel

Rabu, 29 Juli 2026 13:41 WIB

Image Print

Aktivitas di sumur BNG-080 di Struktur Benuang, Kabupaten PALI, Sumatera Selatan. (ANTARA/HO/PHR4)

Melalui optimalisasi potensi dua lapisan dalam satu sumur, kami tidak hanya mendongkrak produksi, tetapi juga meningkatkan efisiensi pengembangan lapangan

Palembang (ANTARA) - Pertamina EP Adera Field memaksimalkan potensi sumur BNG-080 di Struktur Benuang, Kabupaten PALI, Sumatera Selatan, melalui penerapan teknik pengeboran inovatif, yakni menerapkan metode komplesi dual string.

Perusahaan yang berada dibawah Subholding Upstream Regional 1 Zona 4 ini menerapkan metode komplesi dual string sehingga memungkinkan produksi dua lapisan reservoir berbeda dalam satu sumur migas secara bersamaan tanpa mengebor sumur baru.

"Melalui optimalisasi potensi dua lapisan dalam satu sumur, kami tidak hanya mendongkrak produksi, tetapi juga meningkatkan efisiensi pengembangan lapangan. Kami berharap keberhasilan ini menjadi model penerapan untuk sumur-sumur berikutnya di Zona 4," ujar General Manager Zona 4 Djudjuwanto dalam keterangan diterima ANTARA di Palembang, Rabu.

Pada sumur BNG-080, perusahaan memproduksikan lapisan reservoir TAF-L1 dan TAF-N2 secara serentak. Teknik ini menghasilkan efisiensi biaya pengeboran yang tinggi serta volume produksi maksimal dari satu sumur tunggal.

Berdasarkan uji alir awal (initial flow test) pada 26–28 Juni 2026, lapisan TAF-L1 menunjukkan potensi produksi gas sebesar 2,836 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD). Sementara itu, lapisan TAF-N2 mencatatkan potensi produksi minyak sebesar 572,8 barel minyak per hari (BOPD) dan gas 1,666 MMSCFD.

Aktivitas sumur BNG-080 di Struktur Benuang, Kabupaten PALI, Sumatera Selatan. (ANTARA/HO/PHR4)

Teknik dual string sebenarnya bukan hal baru. Metode ini pernah diterapkan di Struktur Benuang pada 1984, namun belum memberikan hasil yang optimal. Tim kemudian mengkaji ulang teknik tersebut untuk merumuskan metode dual string yang paling sesuai bagi sumur BNG-080, dan hasilnya memuaskan. Pengembangan reservoir multitaraf ini terbukti meningkatkan produksi kumulatif sekaligus menghemat waktu serta biaya pengembangan lapangan.

Manager Subsurface Development Area 1 Budi Darmawan, yang memimpin pengembangan wilayah kerja PEP Adera, menyatakan bahwa timnya berencana mereplikasi keberhasilan komplesi dual string pada empat sumur lain. Empat sumur tersebut terdiri atas tiga sumur di Struktur Benuang dan satu sumur di Struktur Gunung Kemala. Program ini merupakan bagian dari Rencana Kerja (RK) Pemboran 2026 yang dijadwalkan pada triwulan III dan IV.

Selanjutnya, sumur BNG-080 akan dikelola oleh Pertamina EP Adera Field guna mendukung target produksi dalam Work Plan and Budget (WP&B) 2026, yakni minyak sebesar 4.537 BOPD dan gas 22,21 MMSCFD.

"Menyusul keberhasilan sumur BNG-080, kami terus mengoptimalkan pengeboran di seluruh struktur PEP Adera. Upaya ini bertujuan mendongkrak volume produksi demi menahan laju penurunan alamiah (natural decline) serta menjaga stabilitas pasokan migas," kata Budi.

Pewarta: Pewarta Sumsel
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026