Yosi Winosa

| 7 Oktober 2026, 15:35 WIB

Pertemuan Rutin Bulanan: H. Robert Nitiyudo Wachjo Pesankan Dzikir dan Syukur kepada 1.232 Anak Binaan

Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al Qohhar, Sawangan, Depok, pada Minggu (4/10/2026) dihadiri Pembina Yayasan H. Robert Nitiyudo Wachjo beserta keluarga

AKURAT.CO Yayasan Al Qohhar kembali menggelar pertemuan rutin bulanan sekaligus penyerahan santunan kepada anak yatim dan yatim piatu binaan.

Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al Qohhar, Sawangan, Depok, pada Minggu (4/10/2026) dihadiri Pembina Yayasan H. Robert Nitiyudo Wachjo beserta keluarga, Ketua Yayasan Kartono Warigogung, pengurus yayasan, tokoh masyarakat, dan undangan.

Pertemuan dihadiri sekitar 865 anak yatim dan 367 yatim piatu binaan. Agenda tidak hanya penyerahan santunan, tetapi juga tausiah, silaturahmi, serta arena bermain dan hiburan untuk anak-anak.

Baca Juga: Kemenhub Pastikan Penyaluran Santunan Korban Kecelakaan KMP Virgo Transport 8 Berjalan Lancar

Dalam tausiahnya, H. Robert berpesan agar anak-anak senantiasa berdzikir dan bersyukur kepada Allah SWT. Menurutnya, dzikir dan syukur adalah kunci keberkahan hidup sebagai hamba Allah. "Perhatian kepada anak-anak ini adalah bentuk kecintaan dan upaya meneruskan amanat guru kami," ujar H. Robert.

Komitmen tersebut diwujudkan tidak hanya melalui santunan bulanan, tetapi juga pendampingan kesehatan hingga tuntas. Salah satunya Wildan, anak binaan yang hampir buta akibat gangguan penglihatan, yang diberangkatkan berobat ke Singapura hingga dapat melihat kembali.

Ada pula anak binaan pengidap kanker darah yang sempat lumpuh dan kini berangsur membaik hingga bisa berjalan.

Untuk mendukung layanan kesehatan, Yayasan Al Qohhar menyiapkan dokter berpengalaman, klinik dokter umum dan dokter gigi, kunjungan rutin psikolog dan tenaga medis, serta akses ke rumah sakit spesialis. H. Robert juga merencanakan pembangunan rumah sakit agar penanganan anak-anak binaan lebih efisien.

Ketua Yayasan Al Qohhar, Kartono Warigogung, menegaskan bahwa pendampingan tidak berhenti pada santunan.

"Dari awal amanatnya memang untuk mengurus anak yatim dan yatim piatu. Jadi bukan hanya soal memberikan santunan. Anak-anak ini punya banyak kebutuhan. Pendidikan, kesehatan, makanan, tempat tinggal, semuanya harus diperhatikan," kata Kartono.

Yayasan yang berdiri resmi pada 9 Juli 2003 ini bermula dari majelis ta'lim. Setelah guru H. Robert wafat, amanat untuk mengurus yatim dan lansia terus dijalankan. Selama 23 tahun, yayasan berkembang menjadi lembaga sosial, pendidikan, kesehatan, dan keagamaan. Saat ini mendampingi lebih dari 1.232 anak binaan.