Banjarmasin (ANTARA) - Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban), Kalimantan Selatan melalui tim pengabdian kepada masyarakat (PKM) melaksanakan program pelatihan bagi siswa memanfaatkan aplikasi berbasis Artificial Intelligence (AI) sebagai English Learning Assistant (asisten belajar bahasa Inggris).

Tim PKM Poliban melaksanakan kegiatan meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam proses belajar mandiri tersebut dengan siswa-siswi Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) kelas XI SMKN 5 Banjarmasin, Selasa.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr. Siti Kustini, M.Pd. dan Noor Aina Herliana, M.Pd., yang memberikan materi seputar pengenalan AI, teknik penyusunan prompt yang efektif, serta pengenalan berbagai aplikasi berbasis AI yang dapat dimanfaatkan sebagai asisten belajar bahasa Inggris.

Ketua Tim PKM Poliban Dr. Siti Kustini, M.Pd mengatakan, penguasaan teknologi AI menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki siswa SMK, khususnya dalam mendukung pembelajaran bahasa Inggris secara mandiri dan efektif.

"Siswa tidak hanya perlu memahami cara menggunakan aplikasi AI, tetapi juga perlu berpikir kritis terhadap hasil yang dikembangkan, agar teknologi ini benar-benar menjadi alat bantu, bukan pengganti kemampuan mereka sendiri," katanya.

Karenanya materi yang diberikan meliputi pengenalan konsep dasar AI, cara menyusun prompt yang jelas dan spesifik, serta pengenalan lima aplikasi berbasis AI untuk belajar bahasa Inggris, yaitu ChatGPT untuk latihan menulis dan percakapan, Grammarly untuk pengecekan tata bahasa dan gaya tulisan, Google Translate untuk penerjemahan cepat, ELSA Speak untuk latihan pengucapan, serta Duolingo untuk latihan kosakata secara gamifikasi.
 

Tim Pengabdian kepada masyarakat (PKM) Poliban saat melaksanakan pelatihan bagi siswa-siswi SMKN 5 Banjarmasin memanfaatkan aplikasi berbasis Artificial Intelligence (AI) sebagai English Learning Assistant (asisten belajar bahasa Inggris), Selasa (28/7/2026). (ANTARA/HO-PKM Poliban)


Selain pengenalan aplikasi, lanjut Siti Kustini, para siswa-siswi juga dibekali sikap berpikir kritis terhadap hasil AI, mengingat teknologi ini masih memiliki keterbatasan seperti potensi hallucination atau jawaban yang terdengar meyakinkan namun keliru, keterbatasan pemahaman konteks budaya, serta potensi kesalahan terjemahan pada idiom dan ungkapan tertentu. 

Menurut dia, para siswa-siswi juga diperkenalkan pada etika penggunaan AI dalam tugas sekolah, yaitu menjadikan AI sebagai alat bantu dan bukan untuk menyalin, serta pentingnya tetap mengedit dan memahami hasil AI sebelum digunakan.

Tim PKM Poliban juga menjelaskan penerapan AI secara spesifik dalam konteks Jurusan DKV, di antaranya pemanfaatan AI untuk menyusun deskripsi karya berbahasa Inggris dalam portofolio bilingual, penyusunan naskah presentasi desain, hingga peringkasan referensi desain berbahasa Inggris.

"Para siswa-siswi antusias mengikuti kegiatan, beberapa dari mereka antusias bertanya terkait penggunaan AI dalam kegiatan belajar mereka setiap hari, baik dalam belajar bahasa Inggris maupun pencarian referensi terkait dengan desain," ujarnya.

Diungkapkan Siti Kistini, evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test terhadap para siswa-siswi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa dalam penggunaan aplikasi berbasis AI sebagai alat bantu belajar bahasa Inggris setelah mengikuti pelatihan.

Dia menjelaskan bahwa hasil tersebut menunjukkan edukasi berbasis praktik langsung mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai pemanfaatan AI secara tepat dan bertanggung jawab, meskipun tingkat pemahaman masing-masing peserta berbeda.

"Kami berharap pelatihan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat terus diterapkan siswa dalam kegiatan belajar sehari-hari, khususnya dalam mendukung tugas-tugas berbahasa Inggris di Jurusan DKV," ujarnya.

Meylani Astino Perdana, S.Pd., salah satu guru pengajar mata pelajaran kejuruan di Jurusan DKV SMKN 5 Banjarmasin menyatakan sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini karena dapat langsung dipraktikkan siswa-siswi untuk mendukung tugas-tugas bahasa Inggris yang berkaitan dengan pembuatan portofolio desain.

Program pengabdian ini merupakan bagian dari komitmen Poliban dalam memperkuat kemampuan sumber daya manusia di bidang vokasi yang berkualitas, khususnya dalam pemanfaatan teknologi AI secara bijak dan bertanggung jawab. 

Melalui pendampingan ini, Tim PKM berharap siswa SMK Negeri 5 Banjarmasin, khususnya Jurusan DKV, mampu memanfaatkan aplikasi berbasis AI sebagai asisten belajar bahasa Inggris yang efektif sekaligus meningkatkan kesiapan mereka menghadapi dunia kerja di bidang desain komunikasi visual di dalam maupun di luar negeri.
 

Pewarta: Sukarli
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.