PMI Cilacap salurkan bantuan tandon air untuk warga terdampak kekeringan

Selasa, 8 September 2026 16:29 WIB

Image Print

Ketua PMI Kabupaten Cilacap Farid Ma'ruf (keempat dari kanan) menyerahkan tandon air bersih kepada Ketua RT 03 RW 18 Suwarto di Perumahan Rinenggo Asri, Kelurahan Gumilir, Kecamatan Cilacap Utara, Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (8/9/2026). (ANTARA/HO-PMI Cilacap)

Cilacap (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menyalurkan bantuan tandon air berkapasitas 2.000 liter kepada warga RT 03 RW 18 Perumahan Rinenggo Asri, Kelurahan Gumilir, Cilacap.

Bantuan tersebut diserahkan Ketua PMI Kabupaten Cilacap Farid Ma'ruf kepada Ketua RT 03 RW 18 Suwarto di Perumahan Rinenggo Asri, Kelurahan Gumilir, Kecamatan Cilacap Utara, Cilacap, Selasa, disaksikan Sekretaris PMI Sumaryo, Kepala Markas PMI Kadar Solih, serta sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Cilacap.

"Bantuan tandon air ini merupakan yang ke-10 yang diberikan oleh PMI Kabupaten Cilacap di wilayah Kabupaten Cilacap untuk merespons bencana kekeringan," kata Ketua PMI Kabupaten Cilacap Farid.

Farid menambahkan bahwa selain bantuan tandon, PMI Kabupaten Cilacap hingga saat ini telah mendistribusikan 222 tangki atau sekitar 1.110.000 liter air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan.

Menurut dia, distribusi air bersih tersebut menjangkau 19 desa di sembilan kecamatan, yakni Gandrungmangu, Patimuan, Kawunganten, Jeruklegi, Bantarsari, Kedungreja, Cipari, Sidareja, dan Cilacap Tengah.

Penyaluran bantuan air bersih dari PMI hingga saat ini tercatat telah menjangkau 8.749 keluarga atau sekitar 35.997 jiwa di wilayah terdampak kekeringan Kabupaten Cilacap.

Farid mengharapkan bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, terutama warga yang mengalami kesulitan mendapatkan sumber air akibat kondisi kekeringan.

"Semoga bantuan yang telah diberikan PMI Kabupaten Cilacap bermanfaat untuk masyarakat Kabupaten Cilacap," tuturnya.

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.