AKURAT.CO PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) terus memperkuat infrastruktur pertambangan dan logistik untuk meningkatkan kapasitas angkutan sekaligus memperkuat rantai pasok batu bara perseroan.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTBA, Una Lindasari mengatakan, salah satu proyek strategis yang tengah dikebut perseroan adalah jalur angkutan batu bara Tanjung Enim-Kramasan. Hingga saat ini, progres pembangunan proyek tersebut telah mencapai sekitar 93%.

“Proyek Tanjung Enim-Kramasan menjadi salah satu proyek strategis untuk meningkatkan kapasitas angkutan dan memperkuat sistem logistik serta distribusi batu bara perseroan. Hingga saat ini progres proyek Tanjung Enim-Kramasan telah mencapai sekitar 93%,” kata Una dalam Public Expose Live 2026, Senin (7/9/2026) petang.

Baca Juga: PTBA Kembangkan Produk Kalium Humat, Kapasitas Ditargetkan 10.000 Ton

Dari sisi pendanaan, PTBA juga telah memperoleh komitmen melalui term sheet dengan bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk senior term loan facility senilai Rp3,56 triliun.

Una menuturkan PTBA juga mempercepat realisasi sejumlah fasilitas pendukung pada jalur angkutan Tanjung Enim-Kramasan, termasuk coal handling facility (CHF) dan train loading station (TLS) 67.

Pengembangan fasilitas tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pengangkutan dan pemuatan batu bara sekaligus mendorong efisiensi dalam rantai pasok perseroan.

“Pengembangan infrastruktur ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas angkutan dan pemuatan batu bara serta mendukung efisiensi rantai pasok,” ujarnya.

Una menambahkan, percepatan pembangunan Tanjung Enim-Kramasan beserta fasilitas CHF dan TLS 67 diharapkan membuat sistem logistik batu bara PTBA semakin terintegrasi.

Baca Juga: PTBA Targetkan Proyek Batu Bara Jadi DME Masuk Konstruksi 2027

Kami terus mempercepat pengembangan proyek Tanjung Enim-Kramasan serta fasilitas CHF dan TLS 67 agar sistem logistik batu bara semakin terintegrasi dan mampu mendukung kebutuhan pelanggan secara optimal,” tutur Una.