PNJ perkuat sinergi vokasi dan industri dorong ketahanan energi nasional - ANTARA News Megapolitan
Depok (ANTARA) - Politeknik Negeri Jakarta memperkuat sinergi antara pendidikan vokasi, industri, dan inovasi guna mendukung ketahanan energi nasional melalui pergelaran Sarasehan Vol. III dalam rangkaian Dies Natalis ke-44 kampus tersebut di Depok, Jawa Barat, Kamis (1/10/2026).
Sarasehan bertema “Membangun Sinergi Vokasi, Industri, dan Inovasi untuk Mendukung Ketahanan Energi Nasional” tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan pemerintah, akademisi, hingga pelaku industri energi nasional.
Vice President PT Sorik Marapi Geothermal Power Ali Sahid menekankan pentingnya pelibatan masyarakat dan penerapan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (LST) dalam pengelolaan energi panas bumi (geotermal) secara berkelanjutan.
"Pengembangan panas bumi tidak lepas dari peran masyarakat, sehingga pengelolaan yang berkelanjutan serta penerapan LST (ESG) menjadi hal penting yang harus dijalankan," ujar Ali Sahid saat memberikan pemaparan dalam diskusi panel sarasehan tersebut.
Sementara itu, Corporate Secretary PT Badak LNG Henny Trisnadewi menyoroti peran sentral inovasi teknologi dalam mendukung keberlangsungan industri energi, khususnya sektor gas alam cair (LNG).
"Inovasi menjadi hal yang sangat penting dan krusial di sektor energi untuk menjawab tantangan efisiensi serta ketahanan energi di masa depan," kata Henny.
Direktur Politeknik Negeri Jakarta Syamsurizal, S.E., M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa forum tersebut menjadi ruang dialog untuk mempertemukan pemangku kepentingan guna membangun ekosistem energi nasional yang didukung oleh sumber daya manusia unggul, teknologi, kebijakan, dan inovasi.
Kegiatan dibuka oleh Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno, bersama Executive Advisor to Chairman SKK Migas Mohammad Kemal, serta Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi periode 2016-2019 Eko Putro Sandjojo yang juga alumni Politeknik Negeri Jakarta Angkatan 83.
Mohammad Kemal, yang hadir menyampaikan pidato kunci mewakili Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, menggarisbawahi perlunya integrasi antara kebutuhan industri migas dengan penyiapan tenaga kerja terampil dari perguruan tinggi vokasi.
Diskusi panel yang dipandu oleh moderator Nurin Swastiningrum turut menghadirkan Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Kelembagaan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Tirta N. Mursitama, serta Ekonom Energi Senior Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) Alloysius Joko Purwanto.
Dalam sesi tersebut, para panelis membedah berbagai isu strategis, mulai dari penyelarasan kurikulum, program magang dan pemagangan (apprenticeship), sertifikasi kompetensi, riset terapan, hingga pemetaan kebutuhan nyata industri di lapangan.
Mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo saat menyampaikan pidato penutup mengharapkan agar gagasan yang dihasilkan dalam sarasehan ini berlanjut menjadi kerja sama konkret melalui semangat "Satu Sinergi, Sejuta Energi".
Kegiatan yang diselenggarakan atas inisiatif Politeknik Negeri Jakarta bersama Bicaraplus.id dan PT Produksi Anak Bangsa tersebut didukung oleh sejumlah BUMN dan perusahaan swasta nasional sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat taut dan suai (link and match) antara dunia pendidikan vokasi dan industri.
Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.