Kerinci, Jambi (ANTARA) - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) melaksanakan kegiatan Klasterisasi Budidaya Cabai di Desa Pelompek Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. 

Kegiatan ini diikuti oleh para nasabah yang mayoritas menjalankan usaha di sektor pertanian, khususnya budidaya cabai.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pengembangan Kapasitas Usaha dan Tanggung Jawab Sosial serta Lingkungan atau PKT, salah satu wujud PNM Peduli yang dirancang untuk mendampingi nasabah sesuai potensi usaha di wilayah masing-masing. 

Melalui PKT, PNM tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga hadir di tengah tantangan teknis yang selama ini dihadapi nasabah di lapangan, termasuk para petani cabai di Kerinci.

Tantangan teknis itulah yang menjadi alasan utama pembentukan klaster di Desa Pelompek Mayoritas masyarakat setempat berprofesi sebagai petani cabai, namun selama ini terkendala sejumlah persoalan dalam menjalankan usahanya, di antaranya tanaman yang mengalami kekeringan dan layu, tingginya biaya pupuk, serta kebutuhan pestisida dan obat-obatan untuk menjaga pertumbuhan tanaman. 

Untuk menjawab persoalan tersebut, PNM menghadirkan pembelajaran dan kunjungan lapangan bersama Angga Pratama, S.P, M.Si, Penyuluh Pertanian Kementerian Pertanian. 

Para nasabah mendapat pengetahuan langsung mengenai perawatan tanaman cabai, mulai dari pembersihan lahan, pemupukan, pengobatan, hingga cara mengatasi tanaman yang layu.

"Dengan adanya bantuan dan bimbingan dari PNM dan petugas pertanian, diharapkan ibu-ibu bisa semakin meningkatkan hasil dari tanaman budidaya cabainya. Perawatan yang tepat sejak awal akan sangat menentukan hasil panen ke depan, apalagi untuk komoditas cabai yang cukup sensitif terhadap cuaca dan serangan hama," ujar Angga Pratama

Pembelajaran dari penyuluh pertanian itu dilengkapi dengan dukungan sarana budidaya. PNM turut memberikan obat cabai dan pupuk organik kepada para nasabah peserta klasterisasi untuk membantu memenuhi kebutuhan budidaya, sekaligus merespons kendala yang paling sering dihadapi petani terkait pupuk dan perawatan tanaman. 

Dukungan ini juga menjadi bagian dari upaya PNM memastikan pendampingan yang diberikan lewat PNM Peduli benar-benar menjawab kebutuhan riil di lapangan, bukan sekadar seremonial.

Kombinasi pembelajaran dan bantuan sarana itu dirasakan langsung manfaatnya oleh nasabah. 

"Kami belajar cara pembersihan cabai, pengobatan, pemupukan, dan cara mengatasi layu pada tanaman cabai. Kami senang dan berterima kasih kepada PNM yang sudah berbagi ilmu kepada kami, sehingga kami bisa mengatasi berbagai kendala dalam budidaya cabai kami. Biasanya kalau tanaman layu, kami cuma bisa pasrah, sekarang sudah tahu cara mengatasinya," ujar lbu Lusi, nasabah PNM peserta Klasterisasi Budidaya Cabai.
 

PT Permodalan Nasional Madani (Persero), bersama nasabah melaksanakan kegiatan Klasterisasi Budidaya Cabai di Desa Pelompek Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci. ANTARA/HO-Humas PNM Jambi. (ANTARA/HO-PNM Cabang Jambi)

Pengalaman ibu Lusi menjadi gambaran nyata dari tujuan besar klasterisasi, yakni mendampingi nasabah berdasarkan potensi dan karakteristik usaha yang mereka, jalankan. 

Dengan berada dalam satu klaster, nasabah dapat memperoleh pengetahuan yang relevan, saling berbagi pengalaman, serta bersama-sama meningkatkan kemampuan mengelola usaha. 

Program ini menegaskan bahwa pendampingan PNM lewat PNM Peduli tidak hanya berfokus pada akses pembiayaan, tetapi juga pada peningkatan kapasitas dan pengembangan usaha nasabah di setiap wilayah.

Berangkat dari capaian di Desa Pelompek, PNM berharap pengembangan klaster budidaya cabai di Kerinci dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, sehingga para petani dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya, mengatasi berbagai kendala yang dihadapi, serta mengembangkan usahanya secara lebih optimal.

Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.