Polisi amankan lokasi pesawat pengangkut BBM tergelincir di Mulia
Nabire (ANTARA) - Aparat kepolisian telah mengamankan lokasi pesawat pengangkut BBM dari maskapai Aman Air yang tergelincir di Bandara Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah.
Plt. Kabid Humas Polda Papua Tengah Kompol Henry J. Manurung di Nabire, Selasa mengatakan pilot pesawat dalam kondisi selamat dan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
"Infonya tergelincir dan tidak ada korban," ujarnya.
Ia mengatakan pesawat dengan nomor registrasi PK-WNU tersebut masih berada di lokasi kejadian dan mengalami sejumlah kerusakan.
Untuk itu, aparat bersama pihak terkait kemudian berkoordinasi dengan AirNav dan pengelola bandara untuk menutup sementara operasional Bandara Mulia.
Ia mengatakan bandara akan kembali dibuka setelah dilakukan pemeriksaan dan investigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
"Pesawat masih di lokasi menunggu KNKT melakukan investigasi," katanya.
Polisi memastikan penanganan di lokasi tetap dilakukan untuk menjaga keamanan masyarakat dan mendukung proses investigasi terhadap penyebab kecelakaan.
Berdasarkan laporan awal, pesawat yang mengangkut 3.700 liter BBM jenis diesel itu tergelincir saat mendarat sekitar pukul 11.22 WIT dan keluar dari sisi kanan landasan pacu.
Pesawat mengalami kecenderungan ke arah kanan saat mendarat sebelum keluar dari landasan dan menabrak pagar pembatas bandara.
Personel Pasukan Gerak Cepat (Pasgat) bersama tim pertolongan dan keselamatan bandara langsung mengamankan pilot serta lokasi kejadian setelah pesawat keluar landasan.
Petugas juga mengamankan perimeter di sekitar pesawat untuk mencegah masyarakat memasuki area kejadian sekaligus memastikan kondisi landasan tetap aman.
Selain pengamanan, petugas melakukan langkah antisipasi terhadap risiko kebakaran karena bahan bakar dari pesawat dilaporkan menetes setelah insiden.
Baca juga: Tim DVI identifikasi korban kedua Kapal Virgo, lelaki warga Pamekasan
Baca juga: Polda Sumsel jalankan 374 kegiatan pencegahan karhutla
Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.