Polda Bengkulu: Curat banyak terjadi pagi-siang saat rumah ditinggal - ANTARA News Bengkulu
Kota Bengkulu (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu menyebut kasus pencurian dengan pemberatan (curat) di wilayah tersebut paling banyak terjadi pada pagi hingga siang hari saat rumah ditinggalkan pemilik untuk bekerja atau beraktivitas.
Kapolda Bengkulu Irjen Pol Yudhi Sulistianto Wahid di Kota Bengkulu, Senin, mengatakan berdasarkan hasil analisis selama pelaksanaan Operasi Musang Nala 2026.
"Pola tersebut menjadi dasar kami dalam menentukan langkah pencegahan dan penguatan patroli di lokasi serta jam-jam yang dinilai rawan tindak kriminal," katanya.
Ia mengatakan pada kasus lain yaitu kasus pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) lebih banyak terjadi di jalan umum pada malam hari, terutama di lokasi yang sepi dan minim pengawasan.
Selama Operasi Musang Nala 2026 yang berlangsung pada 6-20 Juli, Polda Bengkulu bersama jajaran polres mengungkap 93 kasus tindak pidana curat, curas, dan curanmor (3C) yang terdiri atas 68 target operasi dan 24 kasus nontarget operasi dengan total 93 laporan polisi.
Dalam operasi tersebut, polisi juga mengamankan 110 tersangka yang diduga terlibat dalam berbagai kasus curat, curas, dan curanmor.
Selain menangkap para tersangka, petugas menyita sejumlah barang bukti berupa empat unit mobil, 26 unit sepeda motor, 36 unit telepon genggam, lima unit pengeras suara, satu unit laptop, senjata tajam, uang tunai sekitar Rp1 juta, serta 299 barang bukti lainnya yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut.
Yudhi mengatakan hasil pemetaan pola kejahatan tersebut akan menjadi dasar bagi kepolisian untuk memperkuat langkah preemtif, preventif, dan represif, mulai dari peningkatan patroli, pemetaan titik rawan, penguatan peran Bhabinkamtibmas, hingga percepatan respons terhadap laporan masyarakat.
"Kami akan terus meningkatkan kehadiran polisi di tengah masyarakat, mengefektifkan patroli pada jam dan lokasi rawan, serta melakukan penegakan hukum secara profesional, tegas, dan terukur," kata dia.
Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan memastikan rumah, rumah kos, toko, maupun tempat usaha dalam keadaan terkunci saat ditinggalkan. Selain itu, warga diminta menyimpan barang berharga di tempat yang aman dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan kepada kepolisian.
Pewarta: Anggi Mayasari
Editor : Anom Prihantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.