Polisi Dalami Kemungkinan Asal Ledakan Pasar Cimanggis di Gudang Pasokan SPPG |Republika Online
Kondisi bangunan yang hancur akibat ledakan di Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (14/10/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN — Polisi mendalami penyebab ledakan yang merusak empat blok ruko di kawasan Pasar Cimanggis, Tangerang Selatan, Rabu (14/10/2026). Lokasi ledakan diketahui merupakan gudang penyimpanan dan pengepakan buah. Namun, polisi belum memastikan apakah gudang tersebut juga digunakan untuk memasok kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigjen Pol Susatio Purnomo mengatakan, hasil pemeriksaan awal tim penjinak bom memastikan ledakan tersebut bukan berasal dari bom. Meski demikian, penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan.
“Ini bukan bom, ini adalah ledakan yang saat ini masih didalami,” kata Susatio saat memberikan keterangan kepada wartawan di lokasi kejadian pasa Kamis dini hari.
Susatio menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi di sekitar lokasi, aktivitas di gudang sebelum ledakan terjadi berkaitan dengan pengepakan buah untuk didistribusikan ke sejumlah pasar.
Di lokasi dengan tingkat kerusakan paling parah, petugas juga menemukan pisang dalam jumlah cukup banyak. Buah tersebut masih dalam kondisi mentah.
Polisi turut menemukan sebuah tabung etilen berkapasitas 52 kilogram. Gas etilen lazim digunakan untuk membantu proses pematangan buah.
Temuan tabung tersebut menjadi bagian dari materi penyelidikan. Namun, polisi belum menyimpulkan apakah tabung etilen berkaitan langsung dengan sumber ledakan.
“Ditemukan sebuah tabung etilen, tabung etilen 52 kilogram yang panjang, yang memang lazim biasanya digunakan untuk mematangkan buah,” ujar Susatio.
Polisi juga menemukan sejumlah tabung lain di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Pemeriksaan lebih mendalam belum dapat dilakukan karena kondisi di lokasi belum memungkinkan.
Tim gabungan akhirnya menghentikan sementara olah TKP dan menutup area tersebut untuk menjaga status quo. Pemeriksaan lanjutan dijadwalkan berlangsung pada pagi hari, ketika kondisi sudah terang.
Tim gabungan melibatkan Puslabfor Bareskrim Polri, Ditreskrimum Polda Metro Jaya, serta Polres Tangerang Selatan. Sebanyak lima saksi juga akan diperiksa untuk membantu mengungkap penyebab ledakan.