Porprov XIII Kalteng di Kobar ditunda akibat karhutla

Kamis, 17 September 2026 16:14 WIB

Image Print

Surat Edaran KONI Kobar terkait penundaan pelaksanaan Porprov Kalteng ditunjukkan ke sejumlah wartawan di Pangkalan Bun, Kamis (17/9/2026). ANTARA/KONI Kobar.

Pangkalan Bun (ANTARA) - Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Arif Asrofi membenarkan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XIII tingkat provinsi, yang akan dilaksanakan di wilayah setempat terpaksa ditunda.

"Penundaan itu telah disampaikan melalui surat Nomor 70/KONI-KTB/IX/2026 tertanggal 15 September 2026, yang ditujukan kepada seluruh pengurus cabang olahraga (cabor) se-Kobar," kata Arif Asrofi di Pangkalan Bun, Kamis.

Sebelumnya, pelaksanaan Porprov XIII Kalteng tersebut rencananya akan dimulai tanggal 2 Oktober 2026. Namun melihat kondisi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Kalimantan Tengah masih terus terjadi hingga saat ini. Khususnya di Kotawaringin Barat yang akan menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan ajang olahraga tersebut, maka Pengurus Kabupaten Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kobar menunda pelaksanaannya.

Arif Asrofi mengatakan, penundaan berkaitan dengan penyampaian Gubernur Kalteng saat melakukan kunjungan ke Kobar beberapa waktu lalu. Di mana saat itu kondisi karhutla yang masih terjadi, dan menjadi perhatian terkait pelaksanaan PORPROV.

"Kami masih menunggu keputusan resmi dari Gubernur Kalteng terkait kepastian pelaksanaan PORPROV XIII. Untuk saat ini kami masih menunggu SK dari Pak Gubernur, kapan kepastian pelaksanaannya," ujarnya.

Ketidakpastian pelaksanaan PORPROV saat ini tidak hanya dialami kontingen Kobar saja, tetapi Kabupaten dan kota peserta lainnya juga berada dalam kondisi yang sama, karena masih menunggu keputusan resmi terkait pelaksanaan.

Meski masih menunggu kepastian pelaksanaannya, Arif meminta kepada seluruh Cabor Kobar, untuk terus gencarkan latihan yang terprogram. Terutama mengatur Training Camp (TC), agar tetap berjalan dan tidak mengganggu kondisi puncak performa atlet.

"Saya meminta kepada seluruh pengurus cabor, dimasa penundaan justru dapat dimanfaatkan para atlet untuk meningkatkan kemampuan. Program latihan bisa terus dimatangkan sambil menunggu kepastian pelaksanaan dari KONI Provinsi Kalteng," ungkapnya.

Selain itu, kondisi kesehatan atlet, baik fisik maupun mental harus terus di perhatikan. Hal itu penting agar para atlet tetap dalam kondisi prima selama masa persiapan yang kembali harus disesuaikan.

Pewarta : Safitri RA
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.