Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto mengikuti penanaman pohon bersama para pemimpin negara anggota BRICS dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS di Bharat Mandapam, New Delhi, India.

Prosesi tersebut berlangsung setelah para pemimpin BRICS mengikuti sesi foto bersama dan pertemuan terbatas hari pertama KTT.

Berdasarkan tayangan langsung YouTube Sekretariat Presiden yang dipantau dari Jakarta, Sabtu, Prabowo bersama para pemimpin negara lainnya menyekop tanah ke lubang tempat bibit pohon ditanam.

Sebelum penanaman pohon, Prabowo mengikuti sesi foto bersama para pemimpin BRICS.

Dalam sesi tersebut, Prabowo berdiri di sebelah kanan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi.

Sementara itu, Perdana Menteri India Narendra Modi berdiri di antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping.

Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto mengikuti prosesi penanaman pohon bersama para pemimpin negara peserta Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026). ANTARA/YouTube Sekretariat Presiden/Fathur Rochman

Sejumlah pemimpin lain yang mengikuti sesi tersebut antara lain Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, serta Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed Ali.

Prabowo juga dijadwalkan mengikuti sejumlah agenda dalam rangkaian KTT BRICS, termasuk mengunjungi pameran "Bharat Innovates" dan "BRICS @20".

Rangkaian kegiatan hari pertama KTT kemudian dijadwalkan ditutup dengan jamuan makan malam para pemimpin negara.

KTT ke-18 BRICS berlangsung di Bharat Mandapam, New Delhi, pada 12–13 September 2026 di bawah keketuaan India.

KTT tersebut mengusung tema "Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability" (Membangun Ketahanan, Inovasi, Kerja Sama, dan Keberlanjutan).

Kehadiran Prabowo pada KTT tersebut merupakan partisipasi Indonesia sebagai anggota penuh BRICS.

Pewarta: Fathur Rochman
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.