Bagikan:

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta PT Kereta Api Indonesia atau KAI tidak hanya mengejar modernisasi dan kecepatan layanan. Ia mengingatkan kereta api harus tetap melayani rakyat kecil dan kota-kota kecil.

Pesan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan revitalisasi Cagar Budaya Stasiun Semarang Tawang di Semarang, Kamis, 30 Juli.

Menurut Prabowo, kereta api masih memainkan peran penting dalam kehidupan bangsa modern. Kereta api bukan sekadar alat transportasi, tetapi juga instrumen logistik yang ekonomis dan berdampak langsung pada masyarakat luas.

“Kereta api adalah instrumen ekonomi rakyat. Kereta api adalah instrumen sesungguhnya daripada demokratisasi ekonomi,” kata Prabowo.

Ia menilai kereta api harus dipandang sebagai layanan publik. Karena itu, pengelolaannya tidak boleh hanya mengejar keuntungan. Kereta api harus efisien, tetapi tetap berpihak kepada masyarakat berpenghasilan rendah.

BACA JUGA:


Prabowo juga menyoroti dilema pembangunan kereta cepat. Di satu sisi, Indonesia harus mengejar teknologi dan modernisasi. Di sisi lain, layanan tidak boleh meninggalkan daerah kecil.

“Kadang-kadang dilemanya ingin kereta api cepat, akhirnya kota-kota kecil tidak terlayani,” ujarnya.

Prabowo meminta KAI berpikir utuh dan komprehensif. Teknologi harus dipakai untuk melayani rakyat, bukan membuat pelayanan makin jauh dari kebutuhan masyarakat.

Ia juga meminta investasi di sektor perkeretaapian diperbesar. Salah satu yang ia soroti adalah kebutuhan pintu perlintasan yang lebih baik dan aman.

Menurut Prabowo, masih ada ribuan lintasan kereta api yang membutuhkan pintu perlintasan layak. Ia mendorong agar pintu otomatis diperbanyak untuk menekan risiko kecelakaan.

“Kita harus berinvestasi lebih banyak di bidang perkeretaapian,” kata Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan terima kasih kepada Direktur Utama KAI yang dinilainya mengambil langkah cepat dan tanggap dalam revitalisasi Stasiun Semarang Tawang.

Namun, pesan utama yang disampaikan Presiden lebih luas dari sekadar peresmian stasiun. Prabowo ingin KAI tumbuh besar, tetapi tidak kehilangan fungsi dasarnya sebagai alat pelayanan publik.

Ia meminta jajaran KAI, pejabat, dan pemimpin berpikir besar. Indonesia, kata Prabowo, merupakan negara besar yang membutuhkan jaringan transportasi kuat, luas, dan melayani rakyat.

“Kereta api harus melayani rakyat,” ujar Prabowo.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+