Pramono persilakan warga Pati sampaikan aspirasi asal tak anarkis
Tetapi yang tidak boleh dilakukan adalah melakukan perusakan, melakukan anarkis, dan kemudian melakukan tindakan-tindakan yang tidak baik
Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mempersilakan masyarakat Pati, Jawa Tengah, yang berencana datang ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, selama aksi berlangsung tertib dan tidak merusak fasilitas publik.
“Jakarta menjadi aman, nyaman kalau kita semua bisa menjaga dengan baik. Demo itu dijamin oleh demokrasi dan kami mempersilakan mau demo tanggal 26, 27, monggo saja,” ujar Pramono dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Pramono menegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak melarang masyarakat menyampaikan pendapat melalui aksi unjuk rasa sebagai bagian dari kehidupan demokrasi.
Namun, dia mengingatkan peserta aksi untuk tidak melakukan tindakan anarkis, perusakan, maupun perbuatan lain yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban umum.
“Tetapi yang tidak boleh dilakukan adalah melakukan perusakan, melakukan anarkis, dan kemudian melakukan tindakan-tindakan yang tidak baik,” katanya.
Baca juga: Camat Tanah Abang optimistis wilayah tetap kondusif jelang unjuk rasa
Untuk menjaga situasi tetap kondusif, Pramono mengatakan telah menginstruksikan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta berkoordinasi dengan kepolisian dalam mengantisipasi pelaksanaan aksi unjuk rasa.
“Tentu saya sudah memerintahkan kepada Kepala Satpol PP untuk berkoordinasi juga dengan kepolisian supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Pramono mengatakan Pemprov DKI Jakarta akan mengedepankan pendekatan humanis dalam menangani berbagai aksi penyampaian pendapat masyarakat.
Menurut dia, pendekatan tersebut diperlukan agar hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi tetap dapat berjalan tanpa mengganggu ketertiban dan keamanan di Ibu Kota.
Selain itu, sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) di Jakarta disebut turut membantu memfasilitasi masyarakat Pati yang datang ke Jakarta, termasuk mengarahkan mereka agar tidak bermalam di sekitar Gedung DPR dan MPR RI.
“Beberapa ormas di Jakarta memfasilitasi, bahkan mereka mengarahkan untuk jangan kemudian bermalam di depan gedung DPR MPR dan akhirnya difasilitasi kalau memang semalam misalnya sampai bermalam di Jakarta,” kata Pramono.
Baca juga: Bamus Betawi imbau masyarakat Pati tidak kerahkan massa ke Jakarta
Baca juga: KAMMI tolak rencana aksi demo pada 27 Agustus 2026
Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.