Wamendagri dorong mahasiswa kesehatan di Sulteng aktif atasi TB
Kota Palu (ANTARA) - Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus mengimbau seluruh mahasiswa kesehatan di Sulawesi Tengah agar terlibat aktif dalam percepatan penanggulangan dan eliminasi penyakit Tuberkulosis (TB).
"Mahasiswa harus menjadi agen skrining pertama di masing-masing keluarga dengan memberikan pendampingan terhadap orang tua, kakek, nenek, serta saudara yang memiliki gejala batuk lebih dari dua minggu untuk memanfaatkan program cek kesehatan gratis (CKG)," katanya saat kunjungan kerja di Universitas Tadulako Kota Palu, Sabtu.
Ia mengemukakan peran mahasiswa penting dalam memberikan pendampingan terhadap keluarga yang menderita penyakit Tuberkulosis.
"Jangan biarkan tetangga ataupun kerabat yang terdiagnosis TB merasa dikucilkan. Jadilah pendamping yang memastikan mereka benar-benar minum obat secara teratur sampai tuntas," ucapnya.
Menurut dia, mahasiswa harus aktif melakukan kampanye digital dan riset inovatif dengan memanfaatkan media sosial.
Baca juga: Wamenkes RI: Sulteng masuk enam provinsi penemuan kasus TB tertinggi
"Gunakan media sosial yang merupakan bagian dari kehidupan adik-adik sekalian untuk membanjiri ruang digital ini dengan hal-hal narasi positif tentang eliminasi TB," sebutnya.
Ia menuturkan ke depan mahasiswa dapat menjadikan kegiatan kuliah kerja nyata (KKN), pengabdian masyarakat dan organisasi kemahasiswaan sebagai medan gerak untuk membantu puskesmas dan kader kesehatan melakukan active case finding serta penemuan kasus aktif TB hingga ke pelosok desa di Sulawesi Tengah.
"Untuk mahasiswa dan dosen bisa menjadikan data kasus TB di Sulawesi Tengah sebagai acuan serta ladang riset untuk menemukan inovasi penanganan berbasis kearifan lokal," ujarnya.
Berdasarkan data pemerintah pusat bahwa penemuan kasus tuberkulosis di Provinsi Sulawesi Tengah menunjukkan masih terdapat kesenjangan yang cukup besar dalam menemukan kasus tuberkulosis di masyarakat.
Untuk capaian tertinggi pada data tersebut ada di Kota Palu, yaitu sebesar 1.075 kasus. Kemudian disusul Kabupaten Parigi Moutong sebesar 546 kasus, dan Kabupaten Banggai sebesar 510 kasus. Sementara 10 daerah lainnya itu di bawah 500 kasus.
Baca juga: Kemenkes masifkan deteksi dini TB lewat CKG di 508 lokasi Sulteng
Pewarta: Moh Salam
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.