Bagikan:

JAKARTA - Presiden Donald Trump memuji langkah Rusia yang membebaskan mantan Marinir Amerika Serikat Robert Gilman yang sedang sakit dari tahanan.

Dalam unggahan di media sosial pada Hari Selasa Presiden Trump mengatakan Rusia akan membebaskan mantan Marinir AS yang ditahan sejak tahun 2022 tersebut.

Ia mengatakan persetujuan pembebasan tersebut atas dasar kemanusiaan setelah adanya pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Presiden Trump memperkirakan Gilman akan tiba di Pangkalan Gabungan Andrews dekat Washington pada Selasa malam waktu setempat.

"Saya bangga mengumumkan bahwa warga negara Amerika Robert Gilman, seorang mantan Marinir Amerika Serikat, akan PULANG!" tulis Presiden Trump seperti melansir Al Arabiya dari Reuters (12/8).

"Kami menghargai keputusan ini, serta fakta bahwa Rusia tidak meminta imbalan apa pun—tidak ada pertukaran yang terjadi," lanjutnya.

Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri sebelumnya telah mendesak Moskow untuk membebaskan Gilman agar ia bisa mendapatkan perawatan medis di Amerika Serikat. Para pejabat AS mengatakan Presiden Putin telah menyetujui pemberian pengampunan baginya.

Gilman sebelumnya ditahan di sebuah penjara di Voronezh, yang terletak sekitar 340 mil (550 kilometer) di selatan Moskow. Kondisi kesehatannya yang sebenarnya tidak diketahui secara pasti.

Namun, Eric Lebson - kepala strategi di Global Reach, sebuah kelompok advokasi yang mewakili keluarga Gilman - mengatakan kepada Reuters pekan lalu, pada akhir Juni, Gilman dipindahkan dari rumah sakit penjara ke bangsal psikiatri di rumah sakit darurat sipil. Saat itu, ia berada dalam kondisi yang menyerupai katatonik, yang dinilai sebagai "stupor disosiatif."

Seorang pejabat AS yang berbicara dengan Gilman mengatakan pria itu sudah bisa berjalan dan berbicara.

"Mengingat segala situasinya, kondisinya tampak baik," kata pejabat tersebut.

Unggahan Trump menyertakan foto seorang pria berwajah tirus di dalam pesawat, dikelilingi oleh sekelompok orang yang tersenyum sambil membawa bendera Amerika.

Presiden mengatakan Ia telah berbicara dengan Gilman, yang meminta cheeseburger begitu mendarat nanti.

"Saya akan mengurusnya!" kata Presiden Trump.

Gilman akan diperiksa kondisinya selama penerbangan oleh empat dokter, menurut para pejabat AS yang berbicara dengan syarat anonimitas.

Setelah itu, Ia kemungkinan akan diterbangkan ke pusat rehabilitasi di San Antonio, Texas, untuk menjalani perawatan medis, kata para pejabat tersebut.

Diketahui,Gilman, yang pernah bertugas di Korps Marinir AS dari Agustus 2019 hingga Agustus 2020, sedang bepergian dengan kereta api ketika ditangkap pada Januari 2022 di Voronezh, ujar Lebson.

Menurut media Pemerintah Rusia, ia ditahan karena diduga menendang seorang petugas polisi saat sedang mabuk.

Namun, ayahnya, Vladimir Gilman - yang beremigrasi dari Rusia ke Massachusetts - menulis dalam sebuah artikel opini di Boston Globe pada Oktober 2024 bahwa tuduhan tersebut tidak benar.

Ia mengatakan putranya sedang sakit saat insiden itu terjadi dan secara tidak sengaja menendang petugas tersebut. Petugas itu tidak terluka, mencabut tuntutannya, dan tidak mengajukan bukti dalam persidangan Gilman, tulisnya.

Gilman kemudian dijatuhi hukuman penjara selama 4,5 tahun. Ia merupakan salah satu dari setidaknya 10 warga Amerika yang diketahui dipenjara di Rusia.

Para pejabat AS mengatakan seorang pejabat senior Rusia, Yuri Ushakov, memberi tahu para staf Presiden Trump pekan lalu, Presiden Putin telah setuju untuk menandatangani dekret pengampunan bagi Gilman atas dasar kemanusiaan, mengingat persahabatan kedua pemimpin.

Pembebasan ini merupakan hasil negosiasi intensif selama akhir pekan antara pejabat AS dan Rusia.

AS tidak melakukan pertukaran tahanan Rusia untuk mendapatkan pembebasan Gilman dan tidak ada konsesi yang diberikan, kata para pejabat tersebut.

"Ini adalah gestur niat baik," ujar salah satu pejabat.

Presiden Trump menyampaikan terima kasih kepada utusan AS Steve Witkoff, direktur senior bidang kontra-terorisme Sebastian Gorka, menantunya Jared Kushner, serta utusan khusus AS untuk penanganan penyanderaan Adam Boehler atas peran mereka dalam mewujudkan pembebasan tersebut.

BACA JUGA:


Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan Gilman termasuk di antara 100 warga negara AS yang kebebasannya berhasil diperjuangkan oleh Presiden Trump selama masa jabatan keduanya.

Menlu Rubio menyatakan bahwa AS menghargai "langkah positif" tersebut, namun juga mendesak pembebasan warga Amerika Serikat lainnya yang menurutnya ditahan secara tidak adil di Rusia, termasuk Stephen Hubbard.

Hubbard, seorang pensiunan guru, dijatuhi hukuman hampir tujuh tahun penjara di sebuah lembaga pemasyarakatan (koloni hukuman) pada Oktober 2024 setelah pengadilan menyatakan dirinya bersalah karena bertugas di unit pertahanan wilayah Ukraina untuk melawan pasukan Rusia, dengan tugas menjaga pos pemeriksaan. Tuduhan ini dibantah olehnya.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+