Jakarta (ANTARA) -

Psikolog Universitas Indonesia Prof. Dr. Rose Mini Agoes Salim, M.Psi., Psikolog, menyarankan orang tua mengajak kakek-nenek berkonsultasi dengan dokter anak ketika terjadi perbedaan pendapat mengenai pola pengasuhan, terutama jika berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan bayi.

Rose mengatakan penjelasan dari tenaga ahli dapat membantu keluarga memahami kebutuhan anak berdasarkan informasi medis, sehingga perbedaan pandangan tidak harus berujung pada konflik antargenerasi.

“Data itu bisa dari penelitian, bisa kita ajak orang tua kita ke dokter anak, agar dia tahu dari orang berbeda yang kemudian punya keahlian dalam bidang itu untuk penjelasannya,” kata Rose kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, orang tua tetap perlu mempertimbangkan saran dari generasi sebelumnya, tetapi tidak menerapkannya secara langsung tanpa menilai kesesuaiannya dengan kondisi anak.

Baca juga: Psikolog ingatkan risiko praktik pengasuhan turun-temurun

Jika terdapat praktik pengasuhan yang tidak sejalan dengan rekomendasi medis, orang tua sebaiknya menjelaskan alasannya secara santun agar dapat dipahami oleh kakek-nenek.

“Kalau kita tidak sepaham dengan kakek nenek, berikan alasan yang jelas. Sehingga hal itu mungkin bisa diterima oleh orang tua kita atau kakek nenek ini,” ujarnya.

Rose menambahkan, konsultasi bersama juga dapat menjadi kesempatan bagi keluarga untuk menyamakan pemahaman mengenai kebutuhan nutrisi, kondisi kesehatan, dan tahapan perkembangan anak.

Sebagai contoh, pemberian makanan padat perlu disesuaikan dengan usia dan kesiapan bayi. Apabila bayi belum siap menerima makanan tersebut, keluarga sebaiknya tidak memaksakannya dan meminta arahan dokter mengenai pemenuhan kebutuhan nutrisi yang tepat.

Ia juga mengingatkan orang tua untuk menjelaskan kondisi khusus anak, seperti alergi, kepada seluruh anggota keluarga yang terlibat dalam pengasuhan. Dengan begitu, setiap pengasuh dapat memahami makanan atau tindakan yang perlu dihindari.

Rose menilai komunikasi yang baik dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan penting untuk menjaga kerja sama keluarga dalam merawat anak, sekaligus memastikan keputusan pengasuhan tetap berorientasi pada kebutuhan dan keselamatan anak.

Baca juga: Mencegah nenek beri telur mentah pada bayi

Baca juga: IDAI ingatkan risiko infeksi Salmonella jika bayi diberi telur mentah

Baca juga: Ahli UGM: Konsumsi telur mentah berdampak buruk bagi kesehatan

Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.