PT KIU perkuat mitigasi Karhutla demi jaga produksi CPO - ANTARA News Kalimantan Selatan
Rantau (ANTARA) - PT Kharisma Inti Usaha (KIU), Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, memperkuat langkah mitigasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan menyiapkan personel, peralatan, serta sistem pemantauan dini untuk menjaga keberlangsungan produksi crude palm oil (CPO) dan melindungi ribuan tenaga kerja di Tapin.
Senior Estate Manager PT KIU Agustian mengatakan, perusahaan menyiapkan sedikitnya 60 personel inti pemadam kebakaran internal di luar tim cadangan. Seluruh personel telah dibekali pelatihan dan perlengkapan sesuai ketentuan pemerintah untuk menghadapi potensi Karhutla selama musim kemarau.
Baca juga: Pemkab Tapin edukasi pelajar gunakan obat secara rasional
"Tim kami sudah siap. Tim inti kami saja berjumlah 60 personel di luar tim cadangan. Seluruhnya telah dilengkapi dengan sarana dan prasarana sesuai regulasi yang ditetapkan pemerintah," ujar Agustian di Tapin, Kabupaten Tapin, Sabtu.
Ia menjelaskan, kemampuan personel terus ditingkatkan melalui pelatihan teori dan praktik secara berkala bersama Manggala Agni, brigade pengendalian Karhutla Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang menjadi mitra perusahaan sejak 2020.
"Pelatihan tersebut juga melibatkan anggota KTPA yang tersebar di Kecamatan Tapin Tengah, Candi Laras Utara, dan Binuang," tambahnya.
Selain memperkuat sumber daya manusia, ucap Agustian, PT KIU menerapkan sistem pemantauan intensif melalui menara pengawas yang tersebar di kawasan perkebunan.
Baca juga: DPMD Tapin matangkan KPPS cegah sengketa pilkades
Ia menambahkan, petugas lapangan diwajibkan menyampaikan laporan kondisi kebun setiap satu jam sebagai upaya deteksi dini terhadap potensi munculnya titik api.
"Langkah mitigasi tersebut tidak hanya bertujuan melindungi areal perkebunan seluas sekitar 17.000 hektare, yang terdiri atas 14.661 hektare kebun inti dan sisanya kebun plasma, tetapi juga menjaga kesinambungan produksi CPO guna memenuhi kebutuhan pasar domestik," katanya.
Menurut dia, upaya pencegahan Karhutla juga berkaitan langsung dengan keberlangsungan ekonomi sekitar 2.500 pekerja yang menggantungkan mata pencaharian pada operasional perusahaan.
"PT KIU juga telah mengantongi sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) sebagai bentuk komitmen terhadap praktik perkebunan berkelanjutan," katanya menambahkan.
Sementara itu, Kapolres Tapin AKBP Weldi Rozika menyebutkan, langkah tersebut sejalan dengan upaya Polri dalam memperkuat pencegahan karhutla di daerah.
"Kami mengapresiasi kesiapan PT KIU dalam mengantisipasi Karhutla melalui penyediaan personel, peralatan, dan mekanisme koordinasi," ucapnya.
Weldi berharap, perusahaan terus meningkatkan koordinasi dengan aparat apabila ditemukan titik api yang berpotensi berkembang agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga dampak terhadap lingkungan, masyarakat, dan kegiatan ekonomi dapat diminimalkan.
Pewarta: Muhammad Rastaferian Pasya
Editor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.