Putin ke Kuril Pertama Kalinya, Sengketa Wilayah Rusia-Jepang Kembali Disorot
Kepulauan Kuril merupakan gugusan pulau vulkanik dan pulau-pulau kecil yang memisahkan Laut Okhotsk dari Samudra Pasifik bagian utara.
Gugusan pulau tersebut membentang sekitar 1.300 kilometer dari ujung selatan Semenanjung Kamchatka di wilayah Timur Jauh Rusia hingga ke timur laut Hokkaido, pulau paling utara Jepang.
Dalam sistem administrasi Rusia, Kepulauan Kuril bersama Pulau Sakhalin masuk dalam wilayah Oblast Sakhalin.
Mengapa Rusia dan Jepang Bersengketa?
Sengketa wilayah antara Rusia dan Jepang berakar kuat pada babak akhir Perang Dunia II. Menurut catatan historis Agence France-Presse (AFP), Uni Soviet secara resmi menyatakan perang terhadap Jepang pada Agustus 1945, yang kemudian diikuti dengan aksi pengambilalihan seluruh rangkaian Kepulauan Kuril.
Laporan dari Reuters menjelaskan bahwa perselisihan yang terjadi saat ini secara spesifik berpusat pada empat wilayah paling selatan dari kepulauan tersebut. Wilayah-wilayah yang diperebutkan ini meliputi Pulau Iturup, Kunashir, Shikotan, serta gugusan pulau Habomai.
Dalam peta diplomasi internasional, Jepang menyebut keempat wilayah strategis tersebut sebagai "Wilayah Utara" (Northern Territories). Sebagai penegasan atas klaim historisnya, Tokyo juga menggunakan penamaan lokal, yaitu Etorofu untuk Pulau Iturup dan Kunashiri untuk Pulau Kunashir.
Sebagaimana diulas oleh BBC, Jepang berargumen bahwa keempat wilayah itu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kedaulatan negaranya dan saat ini berada di bawah status "pendudukan" Rusia. Sebaliknya, Moskow dengan tegas menyatakan bahwa kepemilikan atas wilayah tersebut adalah sah dan mutlak milik Rusia berdasarkan hasil kesepakatan hukum pasca-Perang Dunia II.
Menurut analisis dari The Associated Press (AP), sengketa kedaulatan yang tak kunjung menemukan titik temu ini menjadi faktor utama yang membuat Rusia dan Jepang belum bisa menandatangani perjanjian damai resmi, bahkan setelah puluhan tahun Perang Dunia II berakhir.