PWNU Jatim siapkan tim kembangkan Metode Tartila Al Quran di Pattani - ANTARA News Jawa Timur
Surabaya (ANTARA) - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim) menyiapkan tim untuk mengembangkan metode Tartila sebagai pembelajaran Al Quran bagi masyarakat muslim di Pattani, Thailand.
"Metode baca Al Quran Tartila dalam waktu dekat akan dikembangkan sebagai metode pembelajaran Al Quran bagi anak-anak dan masyarakat muslim di Pattani, Thailand," kata Wakil Ketua PWNU Jatim Ahmad Hakim Jayli di Surabaya, Rabu.
Rencana tersebut merupakan bagian dari kesepahaman kerja sama PWNU Jatim dan Charity Foundation for Relief (CFR), organisasi masyarakat muslim Pattani, Thailand, dalam bidang pendidikan Al Quran, dakwah, dan sosial.
Kesepahaman itu dibahas setelah CFR yang dipimpin Ketua CFR Fakhruddin Sa-ah mengunjungi Kantor PWNU Jatim pada 8 September 2026. Kunjungan tersebut diterima Ahmad Hakim Jayli bersama Edy M. Ya’kub dan Fauzi Priambodo.
“Kami datang untuk silaturahim dengan tokoh-tokoh NU dan mungkin ke depan bisa menjalin kerja sama dalam bidang pendidikan, pembelajaran Al Quran, dan sosial-ekonomi,” kata Fakhruddin Sa-ah.
Fakhruddin mengatakan masyarakat muslim di Pattani membutuhkan dukungan dari NU yang selama lebih dari satu abad berkembang sebagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan dengan Sumber Daya Manusia (SDM) muslim yang besar.
“Selama ini kami sudah menjalin kerja sama dengan mengirimkan mahasiswa kami berkuliah di beberapa kampus milik NU dan pesantren, seperti Unisda Lamongan dan Universitas KH Abdul Chalim Pacet, Mojokerto. Kami berharap kerja sama dapat dikembangkan dengan lembaga lain," kata Fakhruddin.
Sementara itu Ketua Pengurus Wilayah Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadz (JQH) NU Jatim Ahmad Sufiaji mengatakan tiga pelatih dan pendidik guru Al-Quran telah disiapkan untuk dikirim ke Thailand selama sepekan.
Tim tersebut berasal dari pengajar Pendidikan Guru Pendidik Al Quran (PGPQ), program yang dalam tiga tahun terakhir telah berlangsung lebih dari lima angkatan dan diikuti guru Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) serta madrasah Al Quran di Jatim.
“Program PGPQ tidak semata soal bagaimana skill mengajar Al Quran dengan metode Tartila, tetapi juga tas-hih bacaan Al Quran serta ijazah sanad qiraatul Quran yang itu menjadi hal utama dalam ta’limul Quran,” katanya.
Metode Tartila dikembangkan JQH NU sebagai pendekatan pembelajaran Al Quran bagi pemula dan anak-anak dengan membaca secara pelan, tenang, dan benar sesuai kaidah tajwid, makhraj, serta sifat huruf.
Pembelajaran Tartila terdiri atas enam jilid, mulai dari pengenalan harakat fathah, kasrah, dan dammah hingga merangkai huruf hijaiyah. Metode tersebut juga menggunakan nada dan pola baca untuk membantu pemula memahami bacaan Al Quran.
Pengembangan metode Tartila di Pattani menjadi bagian dari rencana kerja sama PWNU Jatim dan CFR dalam bidang pendidikan Al Quran.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.