Rahasia Packing Hemat Ruang, Mulai dari Gulung Baju hingga Menata Sepatu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7249812/original/038772300_1780035811-WhatsApp_Image_2026-05-29_at_12.38.06.jpeg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta - Berencana menikmati liburan tengah tahun? Selain menyusun itinerary, cara mengemas barang bawaan juga menjadi faktor penting yang menentukan kenyamanan selama perjalanan. Packing yang rapi dan efisien tidak hanya membuat koper lebih ringan, tapi juga membantu Anda menghemat waktu, mengurangi stres, dan menghindari kerepotan saat berada di bandara.
Meski terdengar sederhana, packing masih menjadi tantangan bagi banyak orang. Melansir Euronews, 29 Mei 2026, sebagian pelancong cenderung membawa terlalu banyak pakaian atau barang "untuk berjaga-jaga," sementara sebagian lainnya justru sering lupa memasukkan barang penting, seperti charger, dokumen perjalanan, dan paspor.
Masalah lain yang kerap muncul adalah koper yang terlalu penuh, bahkan melebihi batas berat bagasi. Akibatnya, tidak sedikit penumpang harus membongkar isi koper di area check-in untuk mengurangi beban, padahal dengan teknik mengemas yang tepat, ruang di dalam koper dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Mulai dari menggulung pakaian untuk menghemat ruang, memanfaatkan bagian dalam sepatu sebagai tempat menyimpan barang kecil, hingga memilih perlengkapan multifungsi yang lebih ringkas dibawa, semuanya bisa dipakai sebagai trik mengemas barang.
Jangan lupa membuat daftar barang bawaan sebelum berangkat agar tidak ada kebutuhan penting yang tertinggal dan perjalanan bisa dimulai dengan lebih tenang.
Michael Starling, pemimpin redaksi Euronews Travel, menyarankan para pelancong untuk memanfaatkan ruang kosong di dalam sepatu saat packing. Menurutnya, trik sederhana ini efektif membantu menghemat ruang di koper, terutama untuk bagasi terdaftar.
Maksimalkan Ruang di Dalam Sepatu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7249813/original/053824900_1780035811-WhatsApp_Image_2026-05-29_at_12.51.19.jpeg)
Perbesar
Michael menyarankan memanfaatkan ruang kosong di dalam sepatu untuk mengoptimalkan kapasitas koper. Salah satu triknya adalah membungkus perlengkapan mandi, seperti sampo, sabun cair, atau botol skincare berukuran kecil, menggunakan kaus kaki tunggal sebelum memasukkannya ke dalam sepatu.
Cara ini dinilai lebih praktis dibanding membawa tas perlengkapan mandi berukuran besar, sekaligus membantu melindungi botol agar tidak mudah bocor atau pecah selama perjalanan. "Saya membungkus perlengkapan mandi menggunakan kaus kaki, lalu memasukkannya ke dalam sepatu," kata dia.
Menurutnya, banyak pelancong belum memanfaatkan ruang di dalam sepatu atau boots sebagai tempat penyimpanan, padahal area tersebut dapat digunakan untuk menyimpan berbagai barang kecil sehingga isi koper lebih rapi dan ruang yang tersedia dapat dimaksimalkan.
Kantong Vakum Jadi Andalan untuk Menghemat Ruang di Koper
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7249814/original/061784800_1780035811-WhatsApp_Image_2026-05-29_at_12.38.07.jpeg)
Perbesar
Bagi traveler yang sulit bepergian dengan barang bawaan sedikit, kantong vakum bisa menjadi solusi untuk menghemat ruang di dalam koper. Aksesori ini mampu memampatkan pakaian sehingga kapasitas penyimpanan menjadi lebih maksimal tanpa harus membawa koper yang lebih besar.
Pendiri Jaspacks, Elena Galli, mengatakan kantong vakum merupakan salah satu cara paling efektif untuk mengurangi volume bagasi. "Salah satu cara terbaik untuk packing saat liburan adalah mengurangi volume bagasi," ujarnya.
Menurut Elena, teknik ini memungkinkan pelancong membawa lebih banyak pakaian ke dalam koper kecil, bahkan cukup menggunakan tas kabin. Selain menghemat ruang, bepergian dengan bagasi yang lebih ringkas juga berpotensi mengurangi biaya tambahan bagasi di bandara.
Proses perjalanan pun menjadi lebih praktis karena penumpang tidak perlu mengantre saat check-in bagasi maupun menunggu koper di area pengambilan bagasi setelah mendarat.
Pilih Pakaian Multifungsi agar Koper Tidak Terlalu Penuh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7249815/original/078277200_1780035811-WhatsApp_Image_2026-05-29_at_12.51.20.jpeg)
Perbesar
Membawa terlalu banyak pakaian menjadi salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan saat packing, padahal memilih pakaian yang fleksibel dan mudah dipadukan jauh lebih efektif dibanding memenuhi koper dengan berbagai pilihan busana.
Izzy Nicholls, pendiri The Gap Decaders yang telah melakukan perjalanan darat di Eropa, Afrika, dan Asia sejak 2018, merekomendasikan metode "3-2-1." Konsep ini mengandalkan tiga atasan, dua bawahan, dan satu outer untuk menghadapi cuaca yang lebih dingin.
"Kuncinya adalah memilih pakaian yang bisa saling dipadukan. Jika satu pakaian hanya cocok dengan satu setelan tertentu, biasanya itu hanya akan menambah beban," ujar Izzy.
Ia juga menyarankan membawa pakaian formal yang tetap serasi dengan sepatu atau outfit siang hari. Selain itu, pilih bahan yang cepat kering agar mudah dicuci dan digunakan kembali, sehingga Anda tidak perlu membawa terlalu banyak pakaian cadangan selama perjalanan.
Simpan Barang Penting di Tempat yang Mudah Dijangkau Saat Terbang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7249817/original/007453600_1780035812-WhatsApp_Image_2026-05-29_at_12.38.23.jpeg)
Perbesar
Saat bepergian dengan pesawat, simpan barang-barang penting di tempat yang mudah dijangkau agar perjalanan lebih praktis. Direktur Penjualan dan Pemasaran IT Luggage, Nick Gaskin, menyarankan membawa pouch kecil berisi lip balm, headphone, charger, camilan, dan dokumen perjalanan.
Sementara itu, jurnalis senior Euronews Travel, Dianne Apen-Sadler, menyarankan menaruh pakaian yang akan dipakai setelah mendarat di bagian paling atas koper agar mudah diambil tanpa membongkar seluruh isi tas.
Ia juga merekomendasikan menggulung pakaian untuk menghemat ruang, serta meletakkan barang berbentuk tidak beraturan, seperti topi, di dasar koper sebelum mengisi celah di sekitarnya dengan pakaian gulung atau pakaian dalam.
Foto Isi Koper Sebelum Berangkat dan Kenakan Barang yang Tak Muat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7249818/original/027508500_1780035812-WhatsApp_Image_2026-05-29_at_13.16.51.jpeg)
Perbesar
Sebelum berangkat, sempatkan memotret isi koper yang sudah dikemas. Gaskin mengatakan, langkah sederhana ini dapat memudahkan proses klaim asuransi jika koper hilang atau tertukar. "Foto tersebut bisa membantu saat mengajukan klaim asuransi sekaligus menjadi pengingat barang apa saja yang dibawa," ujarnya.
Beberapa traveler juga menyarankan memotret setiap outfit yang telah disiapkan agar lebih mudah memilih pakaian selama liburan. Sementara itu, pakar konsumen Jane Hawkes menyarankan mengenakan pakaian yang tidak muat di koper, seperti gaun di atas celana atau syal sebagai pengganti jaket.
Ia juga merekomendasikan membawa tas lipat berbahan ringan untuk memisahkan pakaian kotor atau menyimpan oleh-oleh saat perjalanan pulang.
![]()
![]()
Dea Sifa, Asnida RianiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan